Sarjana Manajemen
ABSTRAKAYU SABRINA NIM 2020150066. Analisis Pengaruh Biaya Produksi dan BiayaPromosi Terhadap Laba Bersih (Studi Empiris Pada Perusahaan Sub SektorMakanan dan Minuman Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2022). Dibawah bimbingan Bapak Ferry Santoso, SE, M.Si.Pertumbuhan industri makanan dan minuman pada tahun 2020-2022mengalami kenaikan yang stabil sehingga menghasilkan laba. Laba bersihmenjadi salah satu tolak ukur bagi semua perusahaan. Jika laba meningkat, makaperusahaan dalam keadaan baik. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi labadiantaranya biaya produksi dan biaya promosi. Penelitian ini memiliki tujuanguna menganalisis pengaruh biaya produksi dan biaya promosi terhadap lababersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BursaEfek Indonesia Periode 2020-2022.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif. Populasidalam penelitian ini adalah 26 perusahaan sub sektor makanan dan minuman yangterdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Terdapat 16 perusahaansampel yang memenuhi kriteria penelitian. Data yang digunakan dalam penelitianini menggunakan data sekunder. Teknis analisis data yang digunakan adalah ujistatistic deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji hipotesis, danuji koefisien determinasi. Secara simultan biaya produksi dan biaya promosiberpengaruh positif signifikan terhadap laba bersih. Secara parsial biaya produksiberpengaruh positif signifikan terhadap laba bersih, sedangkan biaya promositidak berpengaruh positif signifikan terhadap laba bersih.Kata kunci: Biaya Produksi, Biaya Promosi, dan Laba BersihivABSTRACTAYU SABRINA NIM 2020150066. Analysis of the Influence of Production Costsand Promotion Costs on Net Profit (Empirical Study on Food and Beverage SubSector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange Period 2020-2022).Under the guidance of Mr. Ferry Santoso, SE, M.Si.The food and beverage industry experiencedstable growth from 2020-2022, resulting in increased profits. Net profit serves as a benchmark for allcompanies, indicating their well-being when profits rise. Factors influencingprofit include production costs and promotion costs. This research aims analyzethe influence of production costs and promotion costs on net profit in the food andbeverage sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during theperiod 2020-2022.This quantitative research involves a population of 26 food and beveragesub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020-2022.Sixteen sample companies meeting the research criteria were selected. Secondarydata was used for the analysis, employing techniques such as descriptivestatistical tests, classical assumption tests, multiple linear regression tests,hypothesis testing, and determination coefficient tests. Simultaneously, productioncostsand promotion costs have a significant positive impact on net profit.Partially, production costs have a significant positive effect on net profit, whilepromotion costs don’t have a significant positive impact on net profit.Keywords: Production Costs, Promotion Costs, and Net Profit.
ABSTRAKALDA FEBYOLA KAROLINA. NPM 2021159002. Analisis Fundamenal DalamPengambilan Keputusan Investasi Saham pada PT. Indosat Tbk periode 2018-2022.Dibawah bimbingan Ibu Dr. Ani Siska MY,SH,MM,MSM.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan saran kepada investor dan masyarakatyang berencana menginvestasikan uangnya kedalam pasar modal dan berharapinvestor selalu butuh analisis fundamental sebelum mengambil keputusan dalamberinvestasi dengan menganalisis laporan keuangan PT. Indosat Tbk periode 2018-2022 dengan menggunakan metode Price Earning Ratio (PER). Analisis saham yangdigunakan adalah analisis fundamental untuk menentukan nilai intrinsik dalamrangka keputusan investasi dengan menggunakan indikator keuangan seperti ReturnOn Equity (ROE), Dividen Payout Ratio (DPR), Earning Per Share (EPS), DividenPer Share (DPS), dan Price Earning Ratio (PER). Berdasarkan hasil penelitian yangdiperoleh menunjukan bahwa analisis nilai intrinsik, PT Indosat Tbk merupakansaham overvalued, dan keputusan investasi sebaiknya dilakukan dengan menjualsaham.Kata kunci: Analisis Fundamental, Price Earning Ratio, Keputusan InvestasiABSTRACTALDA FEBYOLA KAROLINA. NPM 2021159002. Fundamental Analysis in StockInvestment Decision Making at PT. Indosat Tbk for the Period 2018-2022. Under thesupervision of Dr. Ani Siska MY, SH, MM, MSM.This study aims to provide advice to investors and the public planning to invest theirmoney in the capital market. It emphasizes the necessity of fundamental analysisbefore making investment decisions. The research focuses on analyzing the financialstatements of PT. Indosat Tbk for the period 2018-2022 using the Price Earning Ratio(PER) method. The analysis uses fundamental analysis to determine the intrinsicvalue of the stock, employing financial indicators such as Return On Equity (ROE),Dividend Payout Ratio (DPR), Earnings Per Share (EPS), Dividend Per Share(DPS), and Price Earning Ratio (PER). The findings indicate that, based on intrinsicvalue analysis, PT. Indosat Tbk's stock is overvalued, and investors are advised toconsider selling the stock.Keywords: Fundamental Analysis, Price Earning Ratio, Investment Decision
ABSTRAKCandella Sanggadhina Yohana. 2020150065. Analisis Faktor-Faktor YangMempengaruhi Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan (PadaPerusahaan Sektor Perbankan Yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2020-2022).Dibawah bimbingan bapak Irvan Juliansah, SE, MM, M.Ak.Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhiketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tahunan pada perusahaan sektorperbankan yang terdaftar di BEI periode tahun 2020-2022. Faktor yang diuji dalampenelitian ini adalah profitabilitas dan leverage. Objek penelitian adalah perusahaansektor perbankan yang terdaftar di BEI. Populasi dalam penelitian ini adalah 47perusahaan dan sampel penelitian 46 perusahaan keuangan sub sektor perbankan.Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jenis data yangdigunakan adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakanstudi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi logistikdengan bantuan pengolahan data software SPSS versi 23. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap ketepatan waktupenyampaian laporan keuangan tahunan, sedangkan leverage tidak berpengaruhterhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tahunan. Secara simultanprofitabilitas dan leverage berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaianlaporan keuangan tahunan.Kata kunci : Profitabilitas, leverage, dan ketepatan waktu.ABSTRACTCandella Sanggadhina Yohana. 2020150065. Analysis of Factors Affecting theTimeliness of Submitting Annual Financial Statements (In Banking SectorCompanies Listed on the IDX for the 2020-2022 Period). Under the guidance of Mr.Irvan Juliansah, SE, MM, M.Ak.This study aims to examine the factors that affect the timeliness of submittingannual financial reports in banking sector companies listed on the IDX for the 2020-2022 period. The factors tested in this study are profitability and leverage. Theobject of research is banking sector companies listed on the IDX. The population inthis study were 47 companies and the research sample was 46 financial companies inthe banking sub-sector. The sampling technique used is purposive sampling. The typeof data used is secondary data with data collection techniques using literaturestudies. The data analysis technique used is logistic regression analysis with the helpof data processing software SPSS version 23. The results showed that profitabilityaffects the timeliness of submitting annual financial reports, while leverage has noeffect on the timeliness of submitting annual financial reports. Simultaneouslyprofitability and leverage affect the timeliness of submitting annual financial reports.Keywords: Profitability, leverage, and timeliness.
ABSTRAKDELIMA AZZAHRA. NIM 2020150049, Analisis Break Even Point Terhadap PerencanaanPenjualan dan Target Laba (Studi Kasus Pada Laundry Bina Jasa Karisma). Dibawah bimbinganIbu Endang Wulandari, SE,Ak, MM, CA.Break Even Point (BEP) merupakan suatu teknik analisis yang digunakan untuk mengetahuikeadaan dimana suatu usaha tidak menderita kerugian dan juga tidak mendapatkan keuntungan.Penggunaan analisis Break Even Point ini dimaksudkan agar manajemen suatu usaha dapatmengetahui pada tingkat penjualan minimal berapa usaha mengalami titik impas, sehinggamanajemen suatu usaha dapat mengambil keputusan dan direncanakan dengan baik target penjualandi atas penjualan minimal agar menghasilkan laba yang diharapkan. Alat analisis yang digunakandalam penelitian ini adalah Break Even Point (BEP), Contribution Margin (perbandinganpendapatan dari perbedaan penjualan dan biaya variabel yang mewakili), Margin of Safety (MoS)(Batas aman minimal penjualan).Perhitungan dan analisis Break Even Point diawali dengan perhitungan alokasi biaya tetap,biaya variabel dan Rasio Contribution Margin. Jika suatu usaha tersebut menggunakan biaya semivariabel, biaya tersebut harus dikelompokkan terlebih dahulu menggunakan metode Tinggi-Rendah(High and Low Point Method), Scattergraph Method atau Metode Least Square. Hasil penelitiandiketahui bahwa Break Even Point (BEP) terjadi pada penjualan sebesar Rp3.098.220,- dan Marginof Safety (MoS) sebesar Rp42.401.780,-. Laundry Bina Jasa Karisma mengingkan kenaikan labauntuk tahun 2024 sebesar 40% atau Rp67.614.349,- maka penjualan yang harus dicapai 10.395 kg.Kata kunci : Break Even Point, Contribution Margin, Margin of Safety, Penjualan, LabaABSTRACTDELIMA AZZAHRA. NIM 2020150049, Break Even Point Analysis of Sales Planning and ProfitTarget (Case Study at Bina Jasa Karisma Laundry). Under the guidance of Mrs. Endang Wulandari,SE, Ak, MM, CA.Break Even Point (BEP) is an analytical technique used to determine the situation where abusiness does not suffer losses and also does not get profits. The use of Break Even Point analysisis intended so that the management of a business can find out at the minimum sales level how muchthe business breaks even, so that the management of a business can make decisions and plan wellsales targets above the minimum sales in order to generate the expected profit. The analytical toolsused in this study are Break Even Point (BEP), Contribution Margin (comparison of revenue fromsales differences and representative variable costs), Margin of Safety (MoS) (minimum safe limit ofsales).Break Even Point calculation and analysis begins with the calculation of fixed costallocation, variable costs and Contribution Margin Ratio. If a business uses semi-variable costs,these costs must first be grouped using the High and Low Point Method, Scattergraph Method orLeast Square Method. The results of the study found that the Break Even Point (BEP) occurred insales of Rp3.098.220, - and the Margin of Safety (MoS) of Rp42.401.780,-. Laundry Bina JasaKarisma wants an increase in profit for 2024 of 40% or IDR 67.614.349, - so sales must be achieved10.395 kg.Keywords : Break Even Point, Contribution Margin, Margin of Safety, Sales, Profit
Sektor pariwisata dan perhotelan menjadi lesu akibat dari pandemi. Maka dari itu pemerintah mengeluarkan sertifikasi CHSE untuk bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif dengan harapan dapat menaikan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk wisata yang akan digunakan dan dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi COVID19.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian penerapan CHSE di Hotel Mercure Sabang, kepuasan tamu Hotel Mercure Sabang, serta melihat dampak penerapan CHSE terhadap kepuasan tamu Hotel Mercure Sabang. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan cara menyebarkan kuesioner kepada tamu yang pernah menginap di Hotel Mercure Sabang. Responden yang didapat di dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Data penelitian diolah dengan menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil analisis penelitian diketahui hasil rata-rata penerapan CHSE sebesar 4,46 dengan hasil bahwa pengunjung sangat setuju penerapan CHSE di Hotel Mercure Sabang Jakarta dan rata-rata kepuasan tamu sebesar 4,49 yang artinya tamu sangat puas dengan kepuasan tamu di masa pandemi COVID-19. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan penerapan CHSE di Hotel Mercure Sabang sudah sangat sesuai, tamu juga merasa puas menginap di Hotel Mercure Sabang di masa pandemi COVID-19, dan penerapan protokol CHSE memiliki dampak yang positif terhadap kepuasan tamu Hotel Mercure Sabang. Sementara itu, saran yang dapat peneliti berikan adalah pihak Hotel Mercure Sabang adalah agar pihak Hotel Mercure Sabang lebih aktif lagi untuk menghimbau para tamunya untuk tidak menggunakan air seperlunya baik secara langsung kepada tamu maupun secara tidak langsung melalui brosur atau poster iii yang memiliki desain menarik agar dapat menarik perhatian para tamu untuk membaca dan memberikan informasi penting di dalamnya mengenai seberapa penting dan berharganya air bagi keberlangsungan hidup, pihak Hotel Mercure Sabang untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas yang ada dan juga memperbanyak kegiatan yang berhubungan dengan pengenalan hospitality supaya dipercaya konsumen/tamu yang akan menginap, Peneliti menyarankan untuk memperpanjang kembali sertifikat CHSE atau menyediakan sertifikat yang serupa dengan CHSE.Kata Kunci : CHSE, Kepuasan Tamu, COVID-19 ivABSTRACTThe tourism and hospitality sector has become sluggish as a result of the pandemic. Therefore, the government issued CHSE certification for tourism and creative economy businesses in the hope of increasing the level of consumer confidence in the quality of tourism products to be used and can revive the tourism and creative economy sectors affected by the COVID-19 pandemic.This study was conducted to determine the suitability of the implementation of CHSE at Mercure Sabang Hotel, Mercure Sabang Hotel guest satisfaction, and see the impact of CHSE implementation on Mercure Sabang Hotel guest satisfaction. This research method uses quantitative descriptive analysis by distributing questionnaires to guests who have stayed at Mercure Sabang Hotel. The respondents obtained in this study were 100 respondents. The research data was processed using SPSS. Based on the results of the research analysis, it is known that the average result of implementing CHSE is 4.46 with the result that visitors strongly agree with the implementation of CHSE at Mercure Sabang Hotel Jakarta and the average guest satisfaction is 4.49 which means guests are very satisfied with guest satisfaction during the COVID-19 pandemic. Based on the results of this study, it can be concluded that theimplementation of CHSE at Mercure Sabang Hotel is very appropriate, guests are also satisfied staying at Mercure Sabang Hotel during the COVID-19 pandemic, and the implementation of CHSE protocols has a positive impact on guest satisfaction of Mercure Sabang Hotel. Meanwhile, the suggestion that researchers can give is that the Mercure Sabang Hotel is for the Mercure Sabang Hotel to be v more active in urging its guests not to use water as needed either directly to guests or indirectly through brochures or posters that have attractive designs in order to attract the attention of guests to read and provide important information in it about how important and valuable water is for survival, Mercure Sabang Hotel to improve existing facilities and also increase activities related to the introduction of hospitality so that consumers / guests who will stay are trusted, the researcher suggested to renew the CHSE certificate or provide a certificate similar to CHSE.Keywords : CHSE, Guest Satisfaction, COVID-19