List Arsip


PENGARUH ECENG GONDOK (Eichhornia Crassipes) TERHADAP KONSENTRASI LOGAM Besi (Fe), Timbal (Pb), dan Chromium (Cr) DALAM AIR DI TAMAN WISATA SITU CIPONDOH TANGERANG

By iwangga17@gmail.com

ABSTRAK Taman wisata situ cipondoh merupakan salah satu danau berlokasi di kotaTangerang yang dijadikan sebagai tempat pariwisata dan kawasan konservasi air.Luasnya perairan di danau tersebut sering dimanfaatkan masyarakat untukmengkap biota air untuk dikonsumsi, namun disekitar danau tersebut terdapatbanyak pemukiman, pertanian, pabrik serta pariwisata yang mengindikasikanterdapat kandungan logam berat yang tersedimen dan larut diperairan, dari kondisitersebut dapat membahayakan masyarakat yang akan mengonsumsinya.Dipermukaan danau cipondoh tumbuh banyak tanaman eceng gondok (Eichhorniacrassipes) yang diduga memiliki potensi untuk menyerap kandungan logam atausebagai fitoremediasi dan bioindikator pencemaran logam berat diperairan.Kemampuan tanaman dalam menghilangkan senyawa logam dari substrat dapatdihitung sebagai nilai Bio-concentration factor (BCF). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dari 7 titik pengambilan sampel, nilai BCF untuk logam besi(Fe) didapatkan rerata nilai sebesar 1021,6963 sedangkan rerata logam timbal(Pb) dan chromium (Cr) adalah 0, bukan berarti tanaman eceng gondok(Eichhornia Crassipes) ini tidak dapat menyerap logam timbal dan chromium, halitu terjadi karena konsentarsi logam terlarutnya sangat rendah. Dengan hasilpenelitian tersebut dapat disimpulkan nilai BCF paling tinggi terdapat pada logambesi (Fe). Kunci: Kualitas Air, Eceng Gondok, BCF, Logam Berat Fe, Pb, Cr ABSTRACT The Situ Cipondoh Tourism Park is one of lakes located in Tangerang city, usedas a tourist destination and a water conservation area. The lake is frequently usedby people caching aquatic biota for consumption. However, there are settlements,agriculture, factories and tourism around the lakes which indicate a heavy metalcontent in sedimented and dissolved of water, in this condition it can endangerpeople was consuming it. On the surface area of Lake Cipondoh, many waterhyacinth plants (Eichhornia crassipes) grow which are thought to have potentialabsorb metal content or as phytoremediation and bioindicators of heavy metalpollution in the water. The ability of plants to remove metal compounds from thesubstrate can be calculated to Bio-concentration factor (BCF) value. The resultsof the study from 7 sampling points, BCF value for iron metal (Fe) obtained anaverage value of 1021.6963 while the average for lead metal (Pb) and chromium(Cr) was 0 it does not mean that the water hyacinth plant (Eichhornia Crassipes)cannot absorb lead and chromium metals, because the concentration of dissolvedmetals is very low. By the research results, it can be concluded that the highestBCF value is found in iron metal (Fe).

PEMANTAUAN KONSENTRASI ZAT PENCEMAR DALAM LIMBAH CAIR BERDASARKAN BAKU MUTU AIR LIMBAH DI INDUSTRI PANGAN

By Rigaayubudiarti98@gmail.com

ABSTRAKIndustri Pangan dengan luas 58.950 m2 dan luas bangunan atau ruang usaha sebesar 11.060 m2telah melakukan kegiatan industri sejak tahun 2013, yaitupengolahan bahan baku (raw material) menjadi produk setengah jadi (semi finishgood product). Rata-rata 6 m3limbah cair per harinya dihasilkan dari prosespencucian mesin produksi dan kegiatan domestik. Limbah cair memiliki kadarBiological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), TSS (TotalSuspended Solid) dan Minyak Lemak. Konsentrasi zat pencemar pada air limbah diIndustri Pangan yang dibuang ke perairan nilainya sangat bervariatif dari tahun ketahun. Angka variatif yang tertera pada data pemantauan BOD, COD, TSS danMinyak Lemak menyebabkan harus dilakukan pengujian pada parameter tersebutserta pemantauan terhadap IPAL yang ada di Industri Pangan. Metode penelitianini adalah eksperimen yang dilakukan untuk mengetahui analisis pemantauankonsentrasi zat pencemar dalam limbah cair pada parameter BOD, COD, TSS danMinyak Lemak di Industri Pangan. Berdasarkan Peraturan Menteri LingkunganHidup No. 05 Tahun 2014 konsentrasi inlet untuk masing-masing parameter BOD,COD, TSS dan Minyak Lemak adalah 119,85 ppm; 360,86 ppm; 50,36 ppm; 15,67ppm dan untuk konsentrasi outlet 29,95 ppm; 91,93 ppm; 2,31 ppm; 7,4 ppm dapatdikatakan sudah baik, dikarenakan hasil dari pengujian menunjukkan kadar zatpencemar yang berada dibawah nilai baku mutu. Pada Instalasi Pengolahan AirLimbah dapat dikatakan belum efektif dilihat dari hasil pemantauan pada titik outletselama 5 tahun.Kata Kunci: Industri Pangan, Air Limbah, EksperimenABSTRACTThe Food Industry with an area of 58,950 m2 and a building or business space of 11,060 m2has been carrying out industrial activities since 2013, namely processingraw materials into semi-finished products. An average of 6 m3of liquis waste perday is generated from the washing process of production machines and domesticactivities. Liquid waste has levels of Biological Oxygen Demand (BOD), ChemicalOxygen Demand (COD), TSS (Total Suspended Solid) and Fat Oil. Theconcentration of pollutant substances in waste water in the Food Industry which isdischarged into waters varies greatly from year to year. The varying numbersshown in the BOD, COD, TSS, and Fatty Oil monitoring data mean that testing ofthese parameters must be carried out as well as monitoring of WWTP in the FoodIndustry. This research method is an experiment carried out to determine themonitoring analysis of he concentration of pollutants in liquid waste on theparameters BOD, COD, TSS and Fatty Oil in the Food Industry. Based on Ministerof Environment Regulation No. 05 of 2014, the inlet concentration for eachparameter of BOD, COD, TSS and Fatty Oil is 119,85 ppm; 360,86 ppm; 50,36ppm; 15,67 ppm and for outlet concentration 29,95 ppm; 91,93 ppm; 2,31 ppm; 7,4ppm can be said to be good, because the results show that levels of pollutantsubstances are belo the quality standard value. It can be said that the Waste WaterTreatment Plant has not been effective, seen from results of monitoring at the outletpoint for 5 years.Keywords: Food Industry, Waste Water, Experiment

PEMANTAUAN DAN EVALUASI HASIL PENGUKURAN AIR LIMBAH INDUSTRI TAMBANG MENGGUNAKAN ALAT SPARING

By dalimunte16@gmail.com

ABSTRAKPemantauan kualitas air limbah industri tambang batu bara sangat penting untukmemastikan bahwa limbah yang dibuang ke lingkungan telah memenuhi baku mutuyang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pengukurankualitas air limbah menggunakan alat sparing dengan membandingkan hasilnyaterhadap pengujian laboratorium serta standar baku mutu yang berlaku. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif denganmelakukan pengukuran parameter pH dan Total Suspend Solid (TSS) secaralangsung menggunakan alat sparing serta pengujian laboratorium sebagaipembanding. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai akurasi pengukuran alatsparing terhadap haisl pengujian laboratorium berada dalam batas yang dapatditerima sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan KehutananRepublik Indonesia Nomor 80 Tahun 2019. Analisis statistik menggunakan Uji Fdan Uji T menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasilpengukuran alat sparing dan hasil uji laboratorium. Selain itu, efektivitas alatsparing dalam pemantauan kualitas air limbah diperoleh dengan validasi data harianselama satu bulan, yang menunjukan bahwa mayoritas data masih dalam batasaman dengan tingkat kesalahan yang rendah. Pengujian kadar logam Fe dan Mnyang dilakukan secara manual menggunakan metode Inductively Coupled Plasma(ICP) juga menunjukkan bahwa kadar logam berat dalam air limbah tambang batubara masih berada di bawah ambang batas yang diperbolehkan sesuai denganKeputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003. Dengan demikian,pemanfaatan alat Sparing terbukti efektif dalam melakukan pemantauan kualitas airlimbah secara real-time dan berkelanjutan, meskipun tetap diperlukan pemantauanmanual untuk parameter yang tidak dapat diukur secara otomatis.Kata kunci : Pemantauan Air Limbah, Sparing, Kualitas Air, Industri Tambang,Evaluasi SensorABSTRACTMonitoring the quality of wastewater from coal mining industries is crucial toensure that discharged waste meets established environmental standards. Thisstudy aims to evaluate the measurement results of wastewater quality using theSparing device by comparing them with laboratory testing results and applicablequality standards. The research employs a descriptive quantitative analysis methodby directly measuring pH and Total Suspended Solid (TSS) parameters using theSparing device, with laboratory testing serving as a reference for comparison. Theresults indicate that the accuracy of the Sparing device's measurements comparedto laboratory results falls within accepTabel limits as stipulated by Indonesia’sMinistry of Environment and Forestry Regulation No. 80 of 2019. Statisticalanalysis using the F-test and T-test shows no significant differences between theSparing device measurements and laboratory testing results. Additionally, theeffectiveness of the Sparing device in wastewater quality monitoring was validatedthrough daily data collection over a one-month period, demonstrating that themajority of the data remained within safe limits with minimal deviations. Manualtesting of Fe and Mn concentrations using the Inductively Coupled Plasma (ICP)method also confirmed that heavy metal concentrations in coal mining wastewaterremained below the permissible thresholds set by Indonesia’s Minister ofEnvironment Decree No. 113 of 2003. Thus, the implementation of the Sparingdevice has proven effective in real-time and continuous wastewater qualitymonitoring, although manual monitoring is still necessary for parameters thatcannot be measured automatically.Keywords : Wastewater Monitoring, Sparing, Water Quality, Mining Industry,Sensor Evaluation

PEGUKURAN HYGIENE INDUSTRI FAKTOR FISIKA PENCAHAYAAN DI GEDUNG PT. XYZ

By achalputra12@gmail.com

ABSTRAKPencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan ruang untukmendukung kenyamanan karyawan atau personil yang bekerja di ruangan tersebut. Ruangdengan sistem pencahayaan yang baik dapat mendukung aktivitas yang dilakukan didalamnya. Pekerjaan di laboratorium uji dan perkantoran menuntut ketelitian danketepatan secara visual oleh mata dalam menjalankan setiap pengujian dari prosespreparasi sampai analisis maupun menyusun dan memisahkan antar dokumen.Pada penelitian ini, terdapat beberapa ruangan yang belum memenuhi standar baku mutupencahayaan berdasarkan hasil pengukuran intensitas cahaya yang dilakukan internalperusahaan. Akibat dari hal tersebut tidak jarang para pekerja mengalami kendala sepertimata terasa cepat lelah, penglihatan berbayang yang menyebabkan kesalahan dan ketidaktelitian dalam pengujian maupun pekerjaan perkantoran. Penelitian ini bertujuan untukmeneliti nilai intensitas pencahayaan yang ada di beberapa ruang kerja di gedungoperasional dan manajemen.Hasil pengukuran yang dibandingkan dengan baku mutu selanjutnya akan dilakukananalisis menggunakan aplikasi ReLux yang berguna untuk simulasi perencanaan danperbaikan titik pencahayaan yang ada di lingkungan kerja yang diteliti. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat 4 ruangan yang masih dibawah standar baku mutu meliputi ruangpenyimpanan sampel sebelum distribusi pada gedung manajemen, laboratorium udara,laboratorium tanah dan penyimpanan sampel di laboratorium pada gedung operasional.Dampak yang dirasakan para pekerja yang berada di ruang tersebut seperti mata buram /berbayang (46%), mata terasa cepat lelah (46%) dan minus / plus bertambah (8%).Rekomendasi yang diberikan melalui simulasi dengan ReLux berupa penyesuaian titikpencahayaan, penyesuaian daya dan jumlah lampu yang digunakan dan penggunaanarmature/kap agar cahaya lebih terdistribusi merata.Kata kunci : cahaya, analisis dampak, simulasi dengan ReLuxABSTRACTLighting is an important factor in designing a space to support the comfort of employeesor personnel who work in the room. A room with a good lighting system can support theactivities carried out in it. Work in test laboratories and offices requires visual precisionand accuracy in carrying out each test from the preparation process to analysis as wellas compiling and separating documents.In this research, there were several rooms that did not meet lighting quality standardsbased on the results of light intensity measurements carried out internally by the company.As a result of this, it is not uncommon for workers to experience problems such as eyesfeeling tired quickly, shadowy vision which causes errors and carelessness in testing andoffice work. This research aims to examine the lighting intensity values in several workspaces in operational and management buildings.The measurement results compared with quality standards will then be analyzed using theReLux application which is useful for simulating planning and improving lighting pointsin the work environment under study. The research results showed that there were 4 roomsthat were still below quality standards, including the sample storage room beforedistribution in the management building and laboratory. Air laboratory. Soil and samplestorage in the laboratory in the operational building. The impacts felt by workers in thisroom include blurry/shadowy eyes (46%), eyes feeling tired quickly (46%) and increasedminus/plus (8%). Recommendations given through simulation with ReLux includeadjusting the lighting point, adjusting the power and number of lights used and using anarmature/hood so that the light is more evenly distributed.Keywords: light, impact analysis, simulation with ReLux

EVALUASI TPS LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI PT. HEUBACH COLORANTS COATING INDONESIA

By jauhararifin17@gmail.com

ABSTRAK PT Heubach Colorants Coatings Indonesia merupakan perusahaan yangbergerak di bidang manufaktur yang memproduksi pigmen pasta. PT HeubachColorants Coatings Indonesia ini berlokasi di Jl, Gatot Subroto KM 4, Jl.Kalisambi no.1 Building 45, Uwung Jaya, Cibodas, Kota Tanggerang, Banten15138, dan berada di dalam lokasi PT Clairant Indonesia. Di depan PT HeubachColorants Coatings Indonesia merupakan PT Archroma Indonesia.Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2021tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun, disebutkan bahwa"Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaanlimbah B3 yang dihasilkannya". Pengelolaan limbah B3 adalah kegiatan yangmeliputi pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan,pemanfaatan, pengolahan, dan/atau penimbunan. Hasil penelitianKata Kunci: Evaluasi TPS, Limbah B3, PT. Heubach Colorants CoatingsIndonesia ABSTRACT PT Heubach Colorants Coatings Indonesia is a company engaged inmanufacturing which produces paste pigments. PT Heubach ColorantsCoatings Indonesia is located on Jl, Gatot Subroto KM 4, Jl. Kalisambi no.1Building 45, Uwung Jaya, Cibodas, Tanggerang City, Banten 15138, and islocated within the location of PT Clairant Indonesia. In front of PT HeubachColorants Coatings Indonesia is PT Archroma Indonesia. Based on Republicof Indonesia Government Regulation Number 22 of 2021 concerning themanagement of hazardous and toxic waste, it is stated that "Every person whoproduces B3 waste is obliged to manage the B3 waste they produce". B3 wastemanagement is an activity that includes reduction, storage, collection,transportation, utilization, processing and/or landfill. Keywords: TPS Evaluation, B3 Waste, PT.Heubach Colorants CoatingIndonesia

EVALUASI PEMANFAATAN AIR OUTLET IPAL MENJADI AIR PENYIRAMAN TANAMAN DI PT ANUGRAH ANALISIS SEMPURNA

By anisa.rahmania16@gmail.com

ABSTRAKPemanfaatan air limbah hasil pengolahan (effluent) dari Instalasi Pengolahan AirLimbah (IPAL) menjadi air penyiram tanaman merupakan upaya inovatif dalammendukung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian inidilakukan di PT Anugrah Analisis Sempurna (AAS) yang telahmengimplementasikan sistem IPAL dan memodifikasi alurnya agar air limbah hasilolahan dapat dimanfaatkan kembali untuk penyiraman tanaman. Evaluasi dilakukanterhadap kualitas effluent dan air tanah di sumur pantau dengan mengacu pada bakumutu teknis No. 660.1/1018.DLHK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagianbesar parameter kualitas air (pH, TSS, BOD, COD, Total Coliform, dll.) berada dibawah ambang batas baku mutu, meskipun sempat ditemukan konsentrasi amoniakyang melebihi ambang batas pada bulan tertentu. Dengan modifikasi sistem IPALmelalui penambahan sand filter dan carbon filter, air limbah yang dihasilkanmemenuhi syarat untuk dimanfaatkan sebagai air penyiram tanaman.Kata Kunci: IPAL, effluent, sand filter, carbon filterABSTRACTUtilization of processed wastewater (effluent) from Wastewater Treatment Plants(WWTP) into water for watering plants is an innovative effort to support theprinciples of circular economy and environmental sustainability. This research wasconducted at PT Anugrah Analis Sempurna (AAS) which has implemented theWWTP system and modified its flow so that the processed wastewater can bereused for watering plants. Evaluation was carried out on the quality of effluent andgroundwater in monitoring wells by referring to technical quality standards No.660.1/1018.DLHK. The results of the study showed that most of the water qualityparameters (pH, TSS, BOD, COD, Total Coliform, etc.) were below the qualitystandard threshold, although ammonia concentrations were found to exceed thethreshold in certain months. By modifying the WWTP system by adding sand filtersand carbon filters, the wastewater produced meets the requirements to be used aswater for watering plants.Keywords: IPAL, effluent, sand filter, carbon filter

EVALUASI KUALITAS IPAL DOMESTIK HOTEL BINTANG 4 DI JAKARTA SELATAN

By adrianzahran123@gmail.com

ABSTRAK Air limbah domestik menjadi permasalahan lingkungan yang signifikan di berbagai sektor,termasuk di sektor perhotelan. Hotel X merupakan hotel dengan tipe bisnis berbintang 4. InstalasiPengolahan Air Limbah (IPAL) di Hotel X menggunakan jenis IPAL Sewage Treatment Plant (STP)yang hanya bersumber dari limbah kamar mandi, dan hasil pengolahan limbah tidak akan dibuangke sungai melainkan akan digunakan kembali untuk Flushing toilet dan mengairi tanaman.Penelitian ini menunjukan bahwa pengolahan air limbah di Hotel X tidak efisien, dengan nilaiefisiensi untuk parameter di bulan Juli 2023 untuk pH memiliki nilai 2%, BOD memiliki nilai28,86%, COD memiliki nilai 26,6%, TSS memiliki nilai 13,30%, Klorida memiliki nilai 5,38%. BulanAgustus 2023 efisiensi paramter pH memiliki nilai 2%, BOD memiliki nilai 24,39%, COD memilikinilai 48,30%, TSS memiliki nilai 8,51%, Klorida memiliki nilai 5,38%. Pengujian di ujimenggunakan standar baku mutu Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 kelas 4 untukFlushing Toilet dan mengairi tanaman.Kata kunci: Alur Pengolahan IPAL Domestik, Efisiensi IPAL Domestik, Hotel Bintang 4,Pengolahan Air Limbah Domestik , Uji Inlet dan Outlet Air Limbah Domestik. ABSTRAK Domestic wastewater has become a significant environmental issue across various sectors,including the hotel industry. Hotel X is a 4-star business hotel. The wastewater treatment plant(WWTP) at Hotel X uses a Sewage Treatment Plant (STP) system that only processes wastewaterfrom bathrooms, and the treated wastewater is not discharged into rivers but is reused for toiletflushing and irrigation. This study shows that the wastewater treatment at Hotel X is inefficient,with the efficiency rates for July 2023 parameters as follows: pH at 2%, BOD at 28.86%, COD at26.6%, TSS at 13.30%, and Chloride at 5.38%. In August 2023, the efficiency rates were asfollows: pH at 2%, BOD at 24.39%, COD at 48.30%, TSS at 8.51%, and Chloride at 5.38%. Thetests were conducted based on the Class 4 quality standards from Government Regulation No.22 of 2021, for use in toilet flushing and irrigation.Keyword: Domestic Wastewater Treatment Flow, Domestic WWTP Efficiency, 4-Star Hotel,Domestic Wastewater Treatment, Inlet and Outlet Testing of Domestic Wastewater.

EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) INDUSTRI TEKSTIL DI PT X

By sitinrjh31@gmail.com

ABSTRAKIndustri tekstil tumbuh positif pada triwulan pertama tahun 2024. Berdasarkan dataBadan Pusat Statistik (BPS), industri tekstil dan pakaian jadi tumbuh mencapai2,64%. Peningkatan performa ini turut berkontribusi terhadap pertumbuhanekonomi di Indonesia, yaitu sebesar 19,28%. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis pemenuhan baku mutu kualitas air limbah, pemenuhan waktu tinggaluntuk masing-masing unit pengolahan sesuai kriteria desain, dan memberikanrekomendasi untuk meningkatkan performa IPAL. Jenis penelitian inimenggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan uji ANOVA SingleFactor dan uji lanjut beda nyata dengan LSD. PT X merupakan salah satuperusahaan yang bergerak dalam bidang industri tekstil terpadu. Dalam mengolahair limbah produksi, PT X memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)dengan kapasitas 18.000 m3/hari - 19.000 m3/hari, seluas ±3.711 m2Air limbahyang diolah oleh IPAL bersumber dari proses produksi meliputi proses scouring(pemasakan), dyeing (pencelupan), dan finishing (penyempurnaan). Berdasarkananalisis, kualitas air limbah yang dihasilkan oleh IPAL PT X untuk parameter suhu(23,3oC), pH (7,72), TSS (4 mg/L), amonia (0,93 mg/L), BOD (21,20 mg/L), COD,(85,33 mg/L), dan warna (89 Pt.Co) sudah memenuhi baku mutu yangdipersyaratkan dalam Lampiran II Permen LHK P.16 tahun 2019 tentang BakuMutu Air Limbah, sedangkan parameter minyak dan lemak belum memenuhi bakumutu yaitu 49,45 mg/L. Hal tersebut disebabkan karena adanya limbah dari prosespemasakan (scouring) yang mengandung minyak dan lemak dan juga disebabkankarena adanya kontaminasi bahan pencemar berupa oli atau pelumas mesin yangmasuk pada saluran pembawa karena lokasi saluran pembawa yang berdekatandengan area bengkel alat produksi. Waktu tinggal dari masing-masing unitpengolahan IPAL PT X yang terdiri dari unit bar screen (0,74 m/detik), unitekualisasi (4,32 jam), unit koagulasi (59,47 detik), flokulasi (54,77 detik), primaryclarifier (2,01 jam), oxidation ditch (19,44 jam), dan secondary clarifier (2,36 jam)sudah sesuai dengan kriteria desain. Kosentrasi minyak dan lemak yang masihmelebihi baku mutu dapat diatasi dengan menambahkan unit grease trap padasaluran pembawa sebelum air limbah masuk ke unit ekualisasi untuk memisahkanminyak dan lemak dengan air limbah. Dalam meningkatkan performa IPAL,direkomendasikan untuk melakukan pembubuhan bahan kimia di unit koagulasidan flokulasi secara otomasi, memperbaiki lokasi injeksi polimer anionik yangseharusnya diletakkan diatas unit flokulasi, dan otomasi pemantauan lumpurmenggunakan sludge level sensor.Kata kunci : Efisiensi Penyisihan, Tekstil, Kualitas Air Limbah, Kriteria Desain,Minyak dan Lemak, Otomasi, Uji Anova, Rekomendasi IPAL, Waktu Tinggal.ABSTRACTThe textile industry showed a positive growth trajectory during the first quarter of2024. According to data from the Central Statistics Agency (BPS), the textile andapparel industry showed a growth rate of 2.64%. This improved performance alsocontributed to Indonesia's economic growth which reached 19.28%. The objectivesof this study were to evaluate the extent to which wastewater quality standards weremet, assess the extent to which the required residence time for each treatment unitwas adhered to, and provide recommendations to improve the performance of thewastewater treatment plant (WWTP). This study used a quantitative descriptivemethodology, using the ANOVA single factor test and continued with the leastsignificant difference test with LSD. PT X is one of the companies engaged in theintegrated textile industry. In treating wastewater generated from its productionprocess, PT X operates a wastewater treatment plant (WWTP) with a capacity of18,000-19,000 cubic meters per day with an area of approximately 3,711 squaremeters. The wastewater treated by the WWTP is sourced from the productionprocess including the scouring, dyeing, and finishing processes. Based on theanalysis, the quality of wastewater produced by the PT X WWTP for the parametersof temperature (23.3oC), pH (7.72), TSS (4 mg/L), ammonia (0.93 mg/L), BOD(21.20 mg/L), COD, (85.33 mg/L), and color (89 Pt.Co) has met the qualitystandards required in Appendix II of the Minister of Environment and ForestryRegulation P.16 of 2019 concerning Wastewater Quality Standards, while the oiland fat parameter has not met the quality standards, namely 49.45 mg/L. Thepresence of waste from the cooking process (scouring) is a contributing factor, asthis contains oil and fat. Additionally, contamination from engine oil or lubricantsentering the carrier channel due to the proximity of the carrier channel to theproduction equipment workshop area is a further cause. The residence time of eachPT X WWTP treatment unit, which consists of a bar screen unit (0.74 m/sec), anequalization unit (4.32 hours), a coagulation unit (59.47 seconds), a flocculationunit (54.77 seconds), a primary clarifier (2.01 hours), an oxidation ditch (19.44hours), and a secondary clarifier (2.36 hours), is in accordance with the designcriteria. The concentration of oil and grease that still exceeds the quality standardscan be mitigated by the installation of a grease trap unit in the carrier channel,situated prior to the wastewater entering the equalization unit. This will facilitatethe separation of oil and grease from the wastewater.To enhance the performanceof the WWTP, it is recommended that the addition of chemicals in the coagulationand flocculation units be automated, that the location of the anionic polymerinjection be optimized, and that sludge monitoring be automated using a sludgelevel sensor.Keywords: ANOVA Test, Chemical Automation, Design Criteria, Detention Time,Oil and Grease, Removal Efficiency, Textile, Wastewater Quality, WWTPRecommendation.

EFEKTIVITAS ECENG GONDOK (Eichhornia Crassipes) DALAM MENURUNKAN KADAR AMMONIA, BOD, COD, & TSS PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI IPLT PULO GEBANG

By budisasongko201@gmail.com

ABSTRACT  Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Pulo Gebang merupakan instalasi yangmengolah limbah yang diambil menggunakan truk pengangkut dari rumah-rumahpenduduk atau tempat pengolahan terpusat. Setiap harinya beroperasi denganlimbah yang diolah sebanyak 113 m3/hari menyebabkan air hasil olahan seringtidak memenuhi baku mutu di beberapa parameter sehingga diperlukan solusi untukmengatasi permasalahan tersebut Fitoremediasi merupakan metode pengolahan airlimbah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Fitoremediasi melibatkanpenggunaan tanaman untuk menghilangkan polutan dari air limbah, menawarkanbeberapa keuntungan seperti efisiensi biaya, kebutuhan energi minimum, dankonservasi aktivitas biologis tanah. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) dipilihsebagai tanaman fitoremediasi karena kualitas dan kemampuannya dalammendegradasi zat-zat penetran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoremediasimenggunakan eceng gondok berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadaramoniak dengan efektivitas 100% pada kedua reaktor, BOD dengan efektivitasreaktor 1 sebesar 82% dan reaktor 2 sebesar 72%, COD dengan efektivitas padareaktor 1 sebesar 100% dan reaktor 2 sebesar 71% dan parameter TSS denganefektivitas reaktor 1 sebesar 57% dan reaktor 2 sebesar 61%. dengan waktu kontakyang paling efektif yaitu 10 hari. Dengan hasil penelitian tersebut, disimpulkanbahwa metode fitoremediasi menggunakan eceng gondok efektif dalammenurunkan kadar zat pencemar dan dapat menjadi solusi yang berkelanjutandalam mengolah air limbah domestik di IPLT Pulo Gebang.Kata Kunci : Air Limbah Domestik, Eceng Gondok, Fitoremediasi, InstalasiPengolahan Lumpur Tinja ABSTRACT Pulo Gebang Fecal Sludge Treatment Plant (IPLT) is an installation that treatswaste taken using transport trucks from residents' homes or centralized treatmentsites. Every day operating with 113 m3/day of treated waste causes the treated waterto often not meet the quality standards in several parameters so that a solution isneeded to overcome these problems Phytoremediation is a sustainable andenvironmentally friendly wastewater treatment method. Phytoremediation involvesthe use of plants to remove pollutants from wastewater, offering several advantagessuch as cost efficiency, minimum energy requirements, and conservation of soilbiological activity. Water hyacinth (Eichhornia crassipes) was chosen as aphytoremediation plant due to its quality and ability to degrade penetrantsubstances. The results showed that phytoremediation using water hyacinth had asignificant effect on reducing ammonia levels with 100% effectiveness in bothreactors, BOD with the effectiveness of reactor 1 by 82% and reactor 2 by 72%,COD with effectiveness in reactor 1 by 100% and reactor 2 by 71% and TSSparameters with the effectiveness of reactor 1 by 57% and reactor 2 by 61%. withthe most effective contact time of 10 days. With the results of this study, it isconcluded that the phytoremediation method using water hyacinth is effective inreducing contaminant levels and can be a sustainable solution in treating domesticwastewater at IPLT Pulo Gebang.Keywords: Domestic Wastewater, Water Hyacinth, Phytoremediation, SeptageTreatment Plant

ANALISIS KUALITAS UDARA MIKROBIOLOGIS PADA PEMUKIMAN SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) MENGGUNAKAN PARAMETER JAMUR DAN BAKTERI STUDI KASUS : TPA BANTARGEBANG BEKASI

By rizkymuh500@gmail.com

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan pada daerah sekitar TPA yaitu pada daerahpemukiman dekat dengan TPA Bantargebang .Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui serberapa banyak jumlah koloni mikroorganisme udara pada sekitarTPA,hubungan kualitas fisik udara terhadap jamur dan bakteri serta upayapencegahannya.Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah jamur danbakteri yaitu menggunakan media PDA(Potato Deksrose Agar) untuk jamur danPCA(Plate Count Agar) untuk bakteri. Metode yang digunakan dalammengidentifikasi kualitas udara secara mikrobiologi dengan cara melakukanobservasi titik sampling dan melakukan pengambilan sampel udara dandilanjutkan dengan menganalisis jumlah koloni jamur dan bakteri setelahdilakukan inkubasi pada Laboratorium Sahid Jakarta,dan kemudian dilakukanperbandingan untuk melihat kualitas udara mikrobiologis yang dilakukan padabeberapa titik sampling di daerah pemukiman sekitar TPA Bantargebang, Bekasi.Dari hasil penelitian yang dilakukan di dapatkan konsentrasi jamur maksimum daribeberapa titik sampling ialah sebanyak 2403 CFU/m3 dan minimum sebanyak636 CFU/m3. Sedangkan untuk bakteri, konsentrasi maksimumnya ialahsebanyak 2331 CFU/m3Upaya untuk mencegah/mengurangi agar udara yangberasal dari tumpukan sampah di TPA Bantargebang, Bekasi tidak masukkepemukiman yaitu Pengelolaan Sampah, Pemilahan Sampah, kebijakanPemerintah dan pemasangan pipa untuk lindi serta melakukan Green Barrier padasekitar TPA.Kata Kunci : Kualitas udara mikrobiologis,Pemukiman sekitar TPA ,konsentrasijamur, konsentrasi bakteri.ABSTRACTThis research was conducted in the area around the landfill, namely inresidential areas close to the Bantargebang landfill. The purpose of this study wasto determine how many colonies of airborne microorganisms around the landfill,the relationship of physical air quality to fungi and bacteria and prevention efforts.The parameters used in this study are fungi and bacteria, namely using PDA(Potato Deksrose Agar) media for fungi and PCA (Plate Count Agar) for bacteria.The method used in identifying air quality microbiologically by observingsampling points and taking air samples and continued by analyzing the number offungal and bacterial colonies after incubation at the Sahid Jakarta Laboratory, andthen a comparison was made to see microbiological air quality carried out atseveral sampling points in residential areas around the Bantargebang landfill,Bekasi. From the results of the research conducted, the maximum mushroomconcentration from several sampling points was 2403 CFU/m3 and a minimum of636 CFU/m3. Efforts to prevent / reduce the air coming from piles of garbage atthe Bantargebang Landfill, Bekasi do not enter settlements, namely WasteManagement, Waste Segregation, Government policies and installation of pipesfor leachate and conducting Green Barrier around the landfill.Keywords: Microbiological air quality, Settlements around landfill, moldconcentration, bacteria concentration.