List Arsip of Ekonomi dan Bisnis


ANALISIS BREAK EVEN POINT TERHADAP PERENCANAAN PENJUALAN DAN TARGET LABA (Studi Kasus Pada Laundry Bina Jasa Karisma)

By adelazzhra@gmail.com

ABSTRAKDELIMA AZZAHRA. NIM 2020150049, Analisis Break Even Point Terhadap PerencanaanPenjualan dan Target Laba (Studi Kasus Pada Laundry Bina Jasa Karisma). Dibawah bimbinganIbu Endang Wulandari, SE,Ak, MM, CA.Break Even Point (BEP) merupakan suatu teknik analisis yang digunakan untuk mengetahuikeadaan dimana suatu usaha tidak menderita kerugian dan juga tidak mendapatkan keuntungan.Penggunaan analisis Break Even Point ini dimaksudkan agar manajemen suatu usaha dapatmengetahui pada tingkat penjualan minimal berapa usaha mengalami titik impas, sehinggamanajemen suatu usaha dapat mengambil keputusan dan direncanakan dengan baik target penjualandi atas penjualan minimal agar menghasilkan laba yang diharapkan. Alat analisis yang digunakandalam penelitian ini adalah Break Even Point (BEP), Contribution Margin (perbandinganpendapatan dari perbedaan penjualan dan biaya variabel yang mewakili), Margin of Safety (MoS)(Batas aman minimal penjualan).Perhitungan dan analisis Break Even Point diawali dengan perhitungan alokasi biaya tetap,biaya variabel dan Rasio Contribution Margin. Jika suatu usaha tersebut menggunakan biaya semivariabel, biaya tersebut harus dikelompokkan terlebih dahulu menggunakan metode Tinggi-Rendah(High and Low Point Method), Scattergraph Method atau Metode Least Square. Hasil penelitiandiketahui bahwa Break Even Point (BEP) terjadi pada penjualan sebesar Rp3.098.220,- dan Marginof Safety (MoS) sebesar Rp42.401.780,-. Laundry Bina Jasa Karisma mengingkan kenaikan labauntuk tahun 2024 sebesar 40% atau Rp67.614.349,- maka penjualan yang harus dicapai 10.395 kg.Kata kunci : Break Even Point, Contribution Margin, Margin of Safety, Penjualan, LabaABSTRACTDELIMA AZZAHRA. NIM 2020150049, Break Even Point Analysis of Sales Planning and ProfitTarget (Case Study at Bina Jasa Karisma Laundry). Under the guidance of Mrs. Endang Wulandari,SE, Ak, MM, CA.Break Even Point (BEP) is an analytical technique used to determine the situation where abusiness does not suffer losses and also does not get profits. The use of Break Even Point analysisis intended so that the management of a business can find out at the minimum sales level how muchthe business breaks even, so that the management of a business can make decisions and plan wellsales targets above the minimum sales in order to generate the expected profit. The analytical toolsused in this study are Break Even Point (BEP), Contribution Margin (comparison of revenue fromsales differences and representative variable costs), Margin of Safety (MoS) (minimum safe limit ofsales).Break Even Point calculation and analysis begins with the calculation of fixed costallocation, variable costs and Contribution Margin Ratio. If a business uses semi-variable costs,these costs must first be grouped using the High and Low Point Method, Scattergraph Method orLeast Square Method. The results of the study found that the Break Even Point (BEP) occurred insales of Rp3.098.220, - and the Margin of Safety (MoS) of Rp42.401.780,-. Laundry Bina JasaKarisma wants an increase in profit for 2024 of 40% or IDR 67.614.349, - so sales must be achieved10.395 kg.Keywords : Break Even Point, Contribution Margin, Margin of Safety, Sales, Profit

ANALISIS RASIO PENDANAAN DANA PENSIUN DALAM PEMENUHAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN MANFAAT PENSIUN PADA DANA PENSIUN BANK MANDIRI EMPAT

By anggitawtaw2@gmail.com

ABSTRAKANGGITA WIDYASAR, NIM 2021159003. Dengan judul penelitian Analisis RasioPendanaan Dana Pensiun Dalam Pemenuhan Kewajiban Pembayaran ManfaatPensiun Pada Dana Pensiun Bank Mandiri Empat. Dibawah bimbingan Bapak TriesHandriman Jamain, SE, M.Si.Manfaat Pensiun diberikan kepada pensiunan untuk menjaminkeberlangsungan hidup. Besarnya manfaat pensiun sudah ditentukan dengan rumusanyang telah ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun (PDP) Dana Pensiun BankMandiri Empat. Penilitian ini bermaksud untuk mengetahui rasio pendanaan ataurasio kecukupan dana serta tingkatan rasio pada Dana Pensiun Bank Mandiri EmpatProgram Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) sehingga pembayaran kewajiban manfaatpensiun dapat berjalan secara berkesinambungan, tingkatan rasio pendanaan ataurasio kecukupan dana pada Dana Pensiun diatur pada Peraturan Otoritas JasaKeuangan Nomor 8/POJK.05/2018 Tentang Dana Pensiun. Metode penelitianmenggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitiannya deskriftif. Teknikpengumpulan data dengan pengumpulan dokumen. Data yang digunakan berupa datasekunder yaitu Laporan Keuangan Dana Pensiun Bank Mandiri Empat selama 5(lima) tahun pada tahun 2019-2023. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan rasiopendanaan atau rasio kecukupan dana pada Dana Pensiun Bank Mandiri Empatberada pada kondisi Tingkat I yang berarti Dana Terpenuhi, hal tersebut disebabkanrasio pendanaan atau rasio kecukupan dana lebih besar jika dibandingkan dengankewajiban aktuaria.Kata kunci : Analisis rasio pendanaan atau rasio kecukupan dana, Dana Pensiun,Pemenuhan kewajiban manfaat pensiun.ABSTRACTANGGITA WIDYASAR, NIM 2021159003. With the research title Analysis ofPension Fund Funding Ratios in Fulfilling Pension Benefit Payment Obligations inthe Bank Mandiri Empat Pension Fund. Under the guidance of Mr. Tries HandrimanJamain, SE, M.Si.Pension benefits are given to retirees to ensure survival. The amount ofpension benefits has been determined using the formula set out in the Bank MandiriEmpat Pension Fund Regulations (PDP). This research aims to determine thefunding ratio or fund adequacy ratio as well as the level of ratio in the Bank MandiriPension Fund Four Defined Benefit Pension Programs (PPMP) so that payment ofpension benefit obligations can run continuously. The level of funding ratio or fundadequacy ratio in the Pension Fund is regulated in the Regulations FinancialServices Authority Number 8/POJK.05/2018 concerning Pension Funds. Theresearch method uses quantitative methods with the type of research beingdescriptive. Data collection techniques using document collection. The data used issecondary data, namely the Bank Mandiri Empat Pension Fund Financial Report for5 (five) years in 2019-2023. Based on these results, it shows that the funding ratio orfund adequacy ratio in the Bank Mandiri Empat Pension Fund is at Level I, whichmeans Funds are Fulfilled, this is because the funding ratio or fund adequacy ratio isgreater when compared to actuarial obligations.Keywords : Funding ratio analysis or fund adequacy ratio, Pension Funds,Fulfillment of pension benefit obligations.

Pengaruh Penerapan CHSE Terhadap Kepuasan Tamu Hotel Mercure di Masa Pandemi COVID-19

By michaelnugroho98@gmail.com

Sektor pariwisata dan perhotelan menjadi lesu akibat dari pandemi. Maka dari itu pemerintah mengeluarkan sertifikasi CHSE untuk bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif dengan harapan dapat menaikan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk wisata yang akan digunakan dan dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi COVID19.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian penerapan CHSE di Hotel Mercure Sabang, kepuasan tamu Hotel Mercure Sabang, serta melihat dampak penerapan CHSE terhadap kepuasan tamu Hotel Mercure Sabang. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan cara menyebarkan kuesioner kepada tamu yang pernah menginap di Hotel Mercure Sabang. Responden yang didapat di dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Data penelitian diolah dengan menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil analisis penelitian diketahui hasil rata-rata penerapan CHSE sebesar 4,46 dengan hasil bahwa pengunjung sangat setuju penerapan CHSE di Hotel Mercure Sabang Jakarta dan rata-rata kepuasan tamu sebesar 4,49 yang artinya tamu sangat puas dengan kepuasan tamu di masa pandemi COVID-19. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan penerapan CHSE di Hotel Mercure Sabang sudah sangat sesuai, tamu juga merasa puas menginap di Hotel Mercure Sabang di masa pandemi COVID-19, dan penerapan protokol CHSE memiliki dampak yang positif terhadap kepuasan tamu Hotel Mercure Sabang. Sementara itu, saran yang dapat peneliti berikan adalah pihak Hotel Mercure Sabang adalah agar pihak Hotel Mercure Sabang lebih aktif lagi untuk menghimbau para tamunya untuk tidak menggunakan air seperlunya baik secara langsung kepada tamu maupun secara tidak langsung melalui brosur atau poster iii yang memiliki desain menarik agar dapat menarik perhatian para tamu untuk membaca dan memberikan informasi penting di dalamnya mengenai seberapa penting dan berharganya air bagi keberlangsungan hidup, pihak Hotel Mercure Sabang untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas yang ada dan juga memperbanyak kegiatan yang berhubungan dengan pengenalan hospitality supaya dipercaya konsumen/tamu yang akan menginap, Peneliti menyarankan untuk memperpanjang kembali sertifikat CHSE atau menyediakan sertifikat yang serupa dengan CHSE.Kata Kunci : CHSE, Kepuasan Tamu, COVID-19 ivABSTRACTThe tourism and hospitality sector has become sluggish as a result of the pandemic. Therefore, the government issued CHSE certification for tourism and creative economy businesses in the hope of increasing the level of consumer confidence in the quality of tourism products to be used and can revive the tourism and creative economy sectors affected by the COVID-19 pandemic.This study was conducted to determine the suitability of the implementation of CHSE at Mercure Sabang Hotel, Mercure Sabang Hotel guest satisfaction, and see the impact of CHSE implementation on Mercure Sabang Hotel guest satisfaction. This research method uses quantitative descriptive analysis by distributing questionnaires to guests who have stayed at Mercure Sabang Hotel. The respondents obtained in this study were 100 respondents. The research data was processed using SPSS. Based on the results of the research analysis, it is known that the average result of implementing CHSE is 4.46 with the result that visitors strongly agree with the implementation of CHSE at Mercure Sabang Hotel Jakarta and the average guest satisfaction is 4.49 which means guests are very satisfied with guest satisfaction during the COVID-19 pandemic. Based on the results of this study, it can be concluded that theimplementation of CHSE at Mercure Sabang Hotel is very appropriate, guests are also satisfied staying at Mercure Sabang Hotel during the COVID-19 pandemic, and the implementation of CHSE protocols has a positive impact on guest satisfaction of Mercure Sabang Hotel. Meanwhile, the suggestion that researchers can give is that the Mercure Sabang Hotel is for the Mercure Sabang Hotel to be v more active in urging its guests not to use water as needed either directly to guests or indirectly through brochures or posters that have attractive designs in order to attract the attention of guests to read and provide important information in it about how important and valuable water is for survival, Mercure Sabang Hotel to improve existing facilities and also increase activities related to the introduction of hospitality so that consumers / guests who will stay are trusted, the researcher suggested to renew the CHSE certificate or provide a certificate similar to CHSE.Keywords : CHSE, Guest Satisfaction, COVID-19