ABSTRAK
MUHAMMAD ARYA BUJANA NIM 2020110041, “Analisis Strategi Keunggulan
Bersaing Menggunakan Metode Five Forces untuk meningkatkan Pemasaran Pada
Harris Hotel Tebet Jakarta” dibawah Bimbingan Ibu Titin Astuti, SE, M.Si.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing Harris Hotel Tebet, Jakarta,
menggunakan kerangka kerja Porter’s Five Forces. Analisis ini mencakup lima aspek
utama: ancaman dari pesaing baru, kekuatan tawar menawar pembeli, kekuatan tawar
menawar pemasok, ancaman produk pengganti, dan intensitas persaingan antar pesaing
yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harris Hotel Tebet menghadapi
tantangan signifikan dari munculnya hotel-hotel baru dan alternatif akomodasi seperti
Airbnb, yang meningkatkan persaingan di pasar lokal. Selain itu, kekuatan tawar
menawar pembeli yang tinggi disebabkan oleh akses mudah ke informasi harga dan
ulasan melalui platform online, yang memaksa hotel untuk menurunkan harga dan
meningkatkan kualitas layanan. Kekuatan tawar menawar pemasok juga menjadi
perhatian, terutama dalam hal ketergantungan pada pemasok tertentu untuk produk dan
layanan berkualitas tinggi. Ancaman dari produk pengganti semakin meningkat seiring
dengan meningkatnya popularitas akomodasi alternatif di Jakarta. Penelitian ini
menyarankan Harris Hotel untuk fokus pada strategi diferensiasi, diversifikasi
pemasok, dan peningkatan kualitas layanan guna mempertahankan daya saingnya di
tengah lingkungan bisnis yang kompetitif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan wawasan bagi manajemen Harris Hotel dalam merumuskan strategi yang
efektif untuk menghadapi dinamika pasar yang terus berkembang.
Kata kunci: Porter’s Five Forces, daya saing, Harris Hotel Tebet, strategi
bersaing, industri perhotelan.
ABSTRACT
MUHAMMAD ARYA BUJANA NIM: 2020110041, "Analysis of Competitive
Advantage Strategy Using the Five Forces Method to Enhance Marketing at Harris
Hotel Tebet Jakarta" under the Supervision of Mrs. Titin Astuti, SE, M.Si.
This study aims to analyze the competitiveness of Harris Hotel Tebet, Jakarta, using
Porter’s Five Forces framework. The analysis covers five main aspects: the threat of
new entrants, the bargaining power of buyers, the bargaining power of suppliers, the
threat of substitute products, and the intensity of rivalry among existing competitors.
The findings indicate that Harris Hotel Tebet faces significant challenges from the
emergence of new hotels and alternative accommodations such as Airbnb, which
intensify competition in the local market. Additionally, the high bargaining power of
buyers is driven by easy access to price information and reviews through online
platforms, forcing the hotel to lower prices and enhance service quality. The
bargaining power of suppliers is also a concern, particularly regarding dependence
on specific suppliers for high-quality products and services. The threat of substitute
products is increasing as the popularity of alternative accommodations in Jakarta
grows. This study recommends that Harris Hotel focus on differentiation strategies,
supplier diversification, and service quality improvement to maintain its
competitiveness in a highly competitive business environment. The findings are
expected to provide insights for Harris Hotel management in formulating effective
strategies to navigate the evolving market dynamics.
Keywords: Porter’s Five Forces, competitiveness, Harris Hotel Tebet, competitive
strategy, hotel industry.