ANALISIS BREAK EVEN POINT TERHADAP PERENCANAAN PENJUALAN DAN TARGET LABA (Studi Kasus Pada Laundry Bina Jasa Karisma)
By adelazzhra@gmail.com
ABSTRAK: Break Even Point (BEP) merupakan suatu teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui keadaan dimana suatu usaha tidak menderita kerugian dan juga tidak mendapatkan keuntungan. Penggunaan analisis Break Even Point ini dimaksudkan agar manajemen suatu usaha dapat mengetahui pada tingkat penjualan minimal berapa usaha mengalami titik impas, sehingga manajemen suatu usaha dapat mengambil keputusan dan direncanakan dengan baik target penjualan di atas penjualan minimal agar menghasilkan laba yang diharapkan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Break Even Point (BEP), Contribution Margin (perbandingan pendapatan dari perbedaan penjualan dan biaya variabel yang mewakili), Margin of Safety (MoS) (Batas aman minimal penjualan). Perhitungan dan analisis Break Even Point diawali dengan perhitungan alokasi biaya tetap, biaya variabel dan Rasio Contribution Margin. Jika suatu usaha tersebut menggunakan biaya semi variabel, biaya tersebut harus dikelompokkan terlebih dahulu menggunakan metode Tinggi-Rendah (High and Low Point Method), Scattergraph Method atau Metode Least Square. Hasil penelitian diketahui bahwa Break Even Point (BEP) terjadi pada penjualan sebesar Rp3.098.220,- dan Margin of Safety (MoS) sebesar Rp42.401.780,-. Laundry Bina Jasa Karisma mengingkan kenaikan labauntuk tahun 2024 sebesar 40% atau Rp67.614.349,- maka penjualan yang harus dicapai 10.395 kg.Kata kunci : Break Even Point, Contribution Margin, Margin of Safety, Penjualan, LabaABSTRACT: Break Even Point (BEP) is an analytical technique used to determine the situation where a business does not suffer losses and also does not get profits. The use of Break Even Point analysis is intended so that the management of a business can find out at the minimum sales level how much the business breaks even, so that the management of a business can make decisions and plan well sales targets above the minimum sales in order to generate the expected profit. The analytical tools used in this study are Break Even Point (BEP), Contribution Margin (comparison of revenue fromsales differences and representative variable costs), Margin of Safety (MoS) (minimum safe limit of sales). Break Even Point calculation and analysis begins with the calculation of fixed cost allocation, variable costs and Contribution Margin Ratio. If a business uses semi-variable costs, these costs must first be grouped using the High and Low Point Method, Scattergraph Method or Least Square Method. The results of the study found that the Break Even Point (BEP) occurred in sales of Rp3.098.220, - and the Margin of Safety (MoS) of Rp42.401.780,-. Laundry Bina Jasa Karisma wants an increase in profit for 2024 of 40% or IDR 67.614.349, - so sales must be achieved10.395 kg.Keywords : Break Even Point, Contribution Margin, Margin of Safety, Sales, Profit