Industri restoran cepat saji menghadapi tantangan serius dalam mengelola persediaan bahan baku yang bersifat mudah rusak, seperti ayam. Ketidakseimbangan antara permintaan konsumen yang fluktuatif dan sistem pengendalian persediaan yang belum optimal sering menimbulkan masalah overstock maupun understock, yang berdampak pada tingginya biaya dan risiko kehilangan penjualan. Kajian pustaka menunjukkan bahwa metode Economic Order Quantity (EOQ) efektif menekan biaya persediaan, sementara konsep Safety Stock berperan penting dalam menjaga kelancaran pasokan. Penelitian ini menggunakan data pembelian, pemakaian, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, serta lead time pada periode Juli 2024–Juni 2025, yang dianalisis melalui software POM-QM. Hasil perhitungan menunjukkan jumlah pemesanan optimal sebesar 746 kg per pesanan dengan frekuensi 19 kali pemesanan per tahun, safety stock 196 kg, dan reorder point 272 kg. Penerapan metode EOQ menghasilkan total biaya persediaan Rp 7.341.428 per tahun, jauh lebih rendah dibanding kondisi aktual Rp 21.427.600, sehingga tercapai efisiensi sebesar 65,7%. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi EOQ dan Safety Stock mampu meningkatkan efektivitas pengendalian persediaan pada restoran cepat saji, khususnya untuk bahan baku yang bersifat mudah rusak.
Kata kunci : Pengendalian persediaan, Economic Order Quantity, Safety Stock, Restoran cepat saji.