ABSTRAK
Peer Group Support merupakan dukungan sosial dalam suatu
pertemanan. Peer group support dapat mempengaruhi keputusan remaja, salah satunya
dalam keputusan pemilihan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan peer group support dan aktivitas fisik dengan konsumsi pangan tinggi kalori
dan IMT dan lingkar perut pada remaja gizi lebih. Desain penelitian ini adalah cross-
sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa siswi SMA Al – Azhar 2 Pejaten
yang memenuhi kriteria inklusi, dan sampel pada penelitian ini sebanyak 70 responden
dengan teknik purposive sampling. Hasil uji korelasi spearman menunjukan tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara peer group support dengan konsumsi pangan
tinggi kalori pada remaja gizi lebih (p=0,067) dan sedentary lifestyle dengan konsumsi
pangan tinggi kalori pada remaja gizi lebih (p=0,039). Terdapat hubunan berlawanan
antara sedentary lifestyle dengan IMT (p=0,003 ;r=-0,352) dan lingkar perut
(p=0,016;r-0,0288). Terdapat hubungan yang signifikan antara peer group support
dengan IMT (p=0,034;r=0,254) dan lingkar perut (p=0,001;r=0,376). Terdapat
hubungan yang signifikan antara konsumsi pangan tinggi kalori dengan IMT
(p=0,037;r=0,249) dan lingkar perut (p=0,008;r=0,314). Kesimpulan penelitian ini
tidak terdapat hubungan antara peer group support dan sedentary lifestyle dengan
konsumsi pangan tinggi kalori pada remaja gizi lebih di SMA Al – Azhar 2 Pejaten.
Terdapat hubungan yang berlawanan antara sedentary lifestyle dengan IMT dan
lingkar perut dan terdapat hubungan yang signifikan antara peer group support dan
konsumsi pangan tinggi kalori dengan IMT dan lingkar perut.
Kata Kunci : Remaja, Konsumsi Pangan Tinggi Kalori, Sedentary Lifestyle, Peer
Group Support
ABSTRACT
Peer Group Support is social support within a friendship group. Peer
group support can influence adolescents' decisions, including food choices. This study
aims to analyze the relationship between peer group support and physical activity with
high-calorie food consumption, BMI, and waist circumference in overweight
adolescents. The study design is cross-sectional. The population of this study includes
students from SMA Al-Azhar 2 Pejaten who meet the inclusion criteria, and the sample
consists of 70 respondents selected through purposive sampling. Spearman
correlation test results indicate no significant relationship between peer group support
and high-calorie food consumption in overweight adolescents (p=0.067) and
sedentary lifestyle with high-calorie food consumption (p=0.039). There is an inverse
relationship between sedentary lifestyle and BMI (p=0.003; r=-0.352) and waist
circumference (p=0.016; r=-0.288). There is a significant relationship between peer
group support and BMI (p=0.034; r=0.254) and waist circumference (p=0.001;
r=0.376). There is a significant relationship between high-calorie food consumption
and BMI (p=0.037; r=0.249) and waist circumference (p=0.008; r=0.314). The
conclusion of this study is that there is no relationship between peer group support
and sedentary lifestyle with high-calorie food consumption in overweight adolescents
at SMA Al-Azhar 2 Pejaten. There is an inverse relationship between sedentary
lifestyle and BMI and waist circumference, and a significant relationship between peer
group support and high-calorie food consumption with BMI and waist circumference.
Keywords : Adolescents, High Calorie Food Consumption, Sedentary Lifestyle, Peer
Group Support