ABSTRAK
( iv + IV Bab + 52 Hal + 20 Gamb + 2 Lamp + 14 Bibl (2014-2024) )
Penata Suara memiliki kinerja yang begitu penting dalam suatu produksi program
acara. Permasalahannya untuk menghasilkan audio yang berkualitas bebas dari
noise dan layak siar sulit dilakukan. Diperlukan sumber daya manusia yang mampu
menggunakan peralatan audio yang canggih dan lingkungan produksi yang
mendukung. Seorang Penata Suara yang kreatif dituntut menghasilkan audio yang
berkualitas dalam memanfaatkan suasana lingkungan produksi berlangsung agar
dapat memperkuat gambar menjadi lebih bercerita. Dengan berkonsentrasi pada
teknik penataan suara pada produksi dokumenter Saman Silurus penata suara harus
mampu mendalami konsep teknik pengambilan suara pada pra produksi, produksi,
pasca produksi khususnya dalam menciptakan audio yang nantinya akan terdengar
jelas dan sesuai dengan informasi yang akan diberikan kepada penonton. Film
dokumenter "Saman Silurus" mengisahkan kehidupan seorang ayah berusia 50
tahun yang berkomitmen untuk meningkatkan ekonomi keluarganya melalui
peternakan lele. Dengan dukungan istrinya, Rohana, mereka mengatasi berbagai
rintangan dan berhasil membiayai pendidikan anaknya hingga jenjang kuliah.
Tujuan penelitian ini untuk memahami kinerja, peran, tanggung jawab, dan
kontribusi penata suara dalam pembuatan film dokumenter, serta proses kerjanya
dalam konteks komunikasi media massa dan broadcasting. Metode penelitian yang
digunakan adalah Studi Kasus, dengan metode pengumpulan data melalui observasi
non partisipan, studi Pustaka dan wawancara mendalam. sedangkan metode analisa
data menggunakan analisis tunggal. Hasil pembuatan Film Dokumenter “Saman
Silurus” menunjukkan bahwa Kinerja Penata Suara sangat penting dalam
manajemen suara, dari perencanaan hingga pengawasan, dan memiliki pengaruh
besar terhadap kinerja kru dengan mengurangi noise atau suara yang tidak
diinginkan.
Kata kunci : Penata suara, Film Dokumnter, Kinerja Penata Suara