Archive - 2025080318

ANALISIS KEMAMPUAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM MEREDUKSI KONSENTRASI CO2 DI KANTOR WALIKOTA BEKASI

Submitted by tanyamartinus@gmail.com on August 12, 2025 02:02 AM
Tahun:
2020
Abstract:

ABSTRAK


MARTINUS EMILE ZOLA MANURUNG. Analisis Kemampuan Ruang

Terbuka Hijau dalam Mereduksi Konsentrasi CO2 di Kantor Walikota Bekasi.

Dibimbing oleh Dr. Ninin Gusdini, MT. dan PS. Dyah Prinajati, ST. MT.

Perkembangan pembangunan perkotaan berdampak terhadap perubahan

pemanfaatan ruang, baik direncanakan maupun tidak direncanakan. Perubahan

fungsi penggunaan lahan yang terjadi pada umumnya hanya mempertimbangkan

faktor ekonomi sehingga sering menimbulkan fenomena permasalahan lingkungan.

Perkembangan dan pembangunan Kota Bekasi, baik kegiatan pemerintahan,

pemukiman, industri serta perdagangan dan jasa sering kali mengabaikan

penyediaan ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah perkotaan

merupakan bagian dari penataan ruang kota yang berfungsi sebagai kawasan hijau

pertamanan kota, kawasan hijau hutan kota, kawasan hijau rekreasi kota, kawasan

hijau kegiatan olahraga dan kawasan hijau pekarangan. Kawasan perkantoran

Walikota Bekasi memiliki ruang terbuka hijau seluas 47.967 M2 berperan sebagai

penghasil oksigen, penyerapan karbon dioksida (CO2), peredam kebisingan dan

penambah estetika suatu bangunan sehingga tampak asri, memberikan

keseimbangan serta keserasian antara bangunan dan lingkungan.

Emisi karbon dioksida dihitung dari jumlah kendaraan yang masuk dan

keluar kantor Walikota Bekasi dan pemeliharaan mesin genset. Total emisi karbon

dioksida yang dihasilkan di kantor Walikota Bekasi sebesar 45,898 ton/tahun.

Emisi karbon dioksida dari kendaraan sebesar 45,738 ton/tahun dan dari mesin

genset sebesar 0,16 ton/tahun. Daya serap emisi karbon dioksida oleh tanaman

dihitung dengan pendekatan tipe tutupan vegetasi yaitu pohon dan rumput. Daya

serap karbon dioksida keseluruhan adalah sebesar 2.419,58 ton/tahun, yang terdiri

atas daya serap oleh pohon sebesar 2.412,86 ton/tahun dan rumput sebesar 6,72

ton/tahun. Dengan demikian ruang terbuka hijau Kantor Walikota Bekasi dapat

menyerap seluruh emisi karbon dioksida yang dihasilkan.


Kata kunci: Daya serap CO2, Emisi CO2, Kantor Walikota Bekasi.


ABSTRACT


MARTINUS EMILE ZOLA MANURUNG. Analysis of Green Open Space’s

Ability in Reducing CO2 Concentration in Bekasi Mayor’s Office. Supervised by

Dr. Ninin Gusdini, MT. and PS. Dyah Prinajati, ST. MT.

The Urban Development impacts the change in spatial utilization, whether

planned or unplanned. Generally, the changes in land use function only consider

economic factors that often cause phenomena of environmental problems. The

construction and development of Bekasi City, whether government activities,

residential, industrial as well as trade and services often ignore the provision of

green open space. Green Open Space in urban areas is part of urban spatial plan

that has functions as a green garden, green forest area, green recreation area,

green sport area and green yard area. Bekasi Mayor’s Office area Has 47.967 m2

of green open space which acts as an oxygen producer, carbon dioxide absorber,

noise reduction and aesthetic enhancer of a building to be looked beautiful,

providing balance and harmony between buildings and environment.

Carbon dioxide emissions are calculated from the number of vehicles that

entering and leaving Bekasi Mayor’s Office and the maintenance of generator

engines. Total of carbon dioxide emissions generated at Bekasi Mayor’s Office are

45,898 tons/year. Carbon dioxide emissions from vehicles are 45,738 tons/year and

from generator engines are 0,16 tons/year. The absorption capacity of carbon

dioxide emission by plants is calculated based on the type of vegetation cover trees

and grass. The overall absorption of carbon dioxide is 2.419,58 tons/year, which

consists trees absorption capacity is 2.412,86 tons/year and grass absorption

capacity is 6,72 tons/year. Thus the green open space of Bekasi Mayor’s Office can

absorb all carbon dioxide emissions.


Keyword: CO2 absorption, CO2 Emissions, Bekasi Mayor’s Office.


Anggota Penulis:

MARTINUS EMILE ZOLA MANURUNG

Document Thesis: