ABSTRAK
Aktivitas pengambilan daging kerang hijau oleh industri pengolahan kerang hijau
menghasilkan cangkang kerang hijau yang jumlahnya mencapai sekitar 30-40%
dari total berat kerang hijau. Limbah cangkang kerang hijau mengandung berbagai
senyawa kimia, diantaranya protein 21,9%, mineral (CaCO3) 7,88% dan Kitin 14-
35%. Kitin dapat diproses lebih lanjut untuk menghasilkan kitosan yang memiliki
manfaat di berbagai bidang, salah satunya sebagai biokoagulan. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kitin dari cangkang kerang hijau
melalui uji karakteristik pH, Kadar Air, Kadar Abu dan Derajat Deasetilasi serta
kemampuannya sebagai biokoagulan dengan menentukan dosis optimum
menggunakan cara koagulasi-flokulasi (jar test). Percobaan ini menggunakan
serbuk cangkang kerang hijau sebagai biokoagulan dengan sampel air tanah yang
diduga tercemar kesadahan yang berasal dari Perumahan Kavling Kabelmas Bekasi
Utara. Hasil yang diperoleh dari uji karakteristik biokoagulan yaitu pH 7,11; kadar
air 0,49%; kadar abu 0,52%; dan derajat deasetilasi 98,26%. Sedangkan hasil yang
diperoleh dari Uji Signifikasi ANOVA Dua Arah untuk pengujian pH, Kekeruhan,
dan Kandungan Organik dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada
perbedaan signifikan pada variasi waktu pengendapan. Sedangkan untuk pengujian
Kesadahan Total dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, maka ada
perbedaan signifkan pada variasi waktu pengendapan dan variasi konsentrasi
biokoagulan yang ditambahkan ke dalam sampel.
Kata Kunci: Kerang Hijau, Kitin, Biokoagulan, Koagulasi-Flokulasi
ABSTRACT
The activity of taking green mussel meat by the green mussel processing industry
produces green mussel shells which amount to about 30-40% of the total weight of
green mussels. Green clam shell waste contains various chemical compounds,
including protein 21,9%, minerals (CaCO3) 7.88% and Chitin 14-35%. Chitin can
be further processed to produce chitosan which has benefits in various fields, one
of which is as a biocoagulant. The purpose of this study was to determine the
potential of chitin from green clam shells through testing the characteristics of pH,
Water Content, Ash Content and Deacetylation Degree as well as its ability as a
biocoagulant by determining the optimum dose using coagulation-flocculation (jar
test). This experiment used green clam shell powder as a biocoagulant with polluted
groundwater samples suspected of being contaminated with hardness from the
North Bekasi Kabelmas Plot Housing. The results obtained from the biocoagulant
characteristic test are pH 7,11; moisture content 0,49%; ash content 0,52%; and a
degree of deacetylation of 98,26%. Meanwhile, the results obtained from the Two
Way ANOVA Significance Test for testing pH, Turbidity, and Organic Content
stated that H0 was rejected and H1 was accepted. This means that there is a
significant difference in the variation of deposition time. Whereas for the Total
Hardness test it was stated that H0 was rejected and H1 was accepted, so there was
a significant difference in the variation of settling time and the variation in the
concentration of the biocoagulant added to the sample.
Keywords: Green mussel, Chitin, Biocoagulant, Koagulasi-Flocculation