Abstrak
Jahe merah mengandung komponen minyak menguap (volatile oil),
minyak tak menguap (non volatile oil) dan pati. Senyawa aktif pada jahe merah
terbukti memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Metabolomik dapat
diaplikasikan untuk mempelajari korelasi antara bioaktivitas dan profil kimia dari
senyawa jahe merah. Salah satu instrumen yang dapat digunakan pada metabolomik
adalah gas chromatography-mass spectroscopy (GCMS). GCMS dapat digunakan
untuk mengetahui profil minyak atsiri karena karakter minyak ini yang volatil.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui senyawa penciri yang memiliki aktivitas
antioksidan pada jahe merah. Bubuk jahe merah diekstraksi dengan pelarut etanol
dan difraksinasi dengan menggunakan pelarut polar (etil asetat dan air) dan pelarut
non polar (heksan dan kloroform). Hasil ekstrak dan fraksinasi tersebut kemudian
dilakukan pengujian menggunakan GCMS untuk mengetahui profil senyawanya
dan penentuan aktivitas antioksidan terhadap radikal 1,1-diphenyl2-picryl hidrazyl
(DPPH) menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan
ekstrak etanol dan fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat
sedangkan fraksi non polar (kloroform dan heksan) memiliki aktivitas antioksidan
kuat. Selain itu tingginya kandungan zingerone, [6]-Isoshogaol, [6]-Shogaol dan
E-Citral dalam jahe merah berbanding lurus dengan potensi antioksidan ekstrak
jahe merah.
Kata kunci : Antioksidan, jahe merah, metabolomik, GCMS, IC50
Abstract
Red ginger contains essential oil components, non-volatile oils and
starch. The active compound in red ginger has been shown to have the ability as an
antioxidant. Metabolomics can be applied to study the correlation between
bioactivity and chemical profile of red ginger compounds. One of the instruments
that can be used in metabolomics is GCMS. GCMS can be used to determine
essential oil profiles because of the volatile nature of essential oils. This study was
conducted to determine the characteristic compounds that have antioxidant activity
in red ginger. Red ginger powder was extracted with ethanol solvent and
fractionated using polar solvents (ethyl acetate and water) and non-polar solvents
(hexane and chloroform). The extract and fractionation results were then tested
using GCMS to determine the compound profile and perform antioxidant activity
against DPPH radicals using UV-Vis spectrophotometer. The results showed that
ethanol extract and ethyl acetate fraction had very strong antioxidant activity while
the non-polar fractions (chloroform and hexane) had strong antioxidant activity. In
addition to the high content of zingerone, [6] -Isoshogaol, [6] -Shogaol and E-Citral
in red ginger is directly proportional to the antioxidant potential of red ginger
extract.
Keywords : Antioxidant, red ginger, metabolomics, GCMS, IC50