ABSTRAK
Kawasan industri merupakan wilayah terpusat untuk memusatkan industri. Indus-
trialisasi yang berkembang berbanding lurus dengan banyaknya limbah yang dihasilkan.
Limbah yang dihasilkan beragam, seperti limbah cair B3. Limbah cair B3 yang dihasilkan
berupa logam berat seperti arsen, merkuri dan kadmium karena penggunaan logam berat
dalam beberapa industri sebagai bahan pokok. Ketiga jenis logam ini memilki sifat yang
sama yaitu mudah larut dalam air dan teserap ke dalam tanah. Logam berat di dalam tanah
akan terakumulasi oleh tanaman dan mencemari tanaman tersebut. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui berapa kandungna logam berat pada tanaman Curcuma Xanth.
Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan instrumen Spektrofotome-
ter Serapan Atom. Data yang dihasilkan berupa konsentrasi logam berat. Hasil analisis
cemaran logam berat pada tanah tempat tumbuh tanaman obat Curcuma Xanth yaitu kadar
Arsen 36,3384 ppm; Merkuri 26,8066 ppm dan Kadmium 76,5917 ppm. Hasil analisis
cemaran logam berat pada sampel Curcuma Xanth 1 yang tumbuh disekitar kawasan in-
dustri, didapatkan hasil yaitu Arsen 61,6756 ppm; Merkuri 27,1925 ppm dan Kadmium
67,4530 ppm. Hasil analisis cemaran logam berat pada sampel Curcuma Xanth yang tum-
buh disekitaran rumah warga, didapatkan hasil yaitu tidak tercemar logam berat Arsen,
Merkuri dan Kadmium. Berdasarkan hasil analisis cemaran logam berat dalam tanaman
obat Curcuma Xanth, dapat di identifikasi bahwa tanaman obat Curcuma Xanth yang
ditanam di kawasan industri JIEP Pulogadung tercemar oleh logam berat Arsen, Merkuri
dan Kadmium. Kandungan logam berat pada sampel tanah masih memenuhi standar baku
mutu. Kandungan logam berat pada sampel tanaman obat Curcuma Xanthorriza 1melebihi batas standar baku mutu
Kata Kunci : Curcuma Xanth, Industrialisasi, Limbah, Logam Berat, Tanah.
Abstract
Industrial estates are centralized areas to concentrate industry. Growing industri-
alization is directly proportional to the amount of waste produced. The waste produced
varies, such as B3 liquid waste. B3 liquid waste produced in the form of heavy metals
such as arsenic, mercury and cadmium due to the use of heavy metals in some industries
as staples. These three types of metals have the same properties, which are easily soluble
in water and absorbed into the soil. Heavy metals in the soil will accumulate by plants
and contaminate these plants. The purpose of this study was to determine how much heavy
metal content in Curcuma Xanth plants. The research method used is experimental with
the Atomic Absorption Spectrophotometer instrument. The resulting data is in the form
of heavy metal concentrations. The results of heavy metal contamination analysis on the
soil where Curcuma Xanth medicinal plants grow, namely Arsenic levels of 36.3384 ppm;
Mercury 26.8066 ppm and Cadmium 76.5917 ppm. The results of heavy metal contami-
nation analysis on Curcuma Xanth 1 samples growing around industrial areas, obtained
results of Arsenic 61.6756 ppm; Mercury 27.1925 ppm and Cadmium 67.4530 ppm. The
results of heavy metal contamination analysis on Curcuma Xanth samples that grow
around residents' homes, obtained results that are not contaminated with heavy metals
Arsenic, Mercury and Cadmium. Based on the results of heavy metal contamination anal-
ysis in Curcuma Xanth medicinal plants, it can be identified that Curcuma Xanth medic-
inal plants planted in the JIEP Pulogadung industrial area are polluted by heavy metals
Arsenic, Mercury and Cadmium. The heavy metal content in soil samples still meets qual-
ity standards. The heavy metal content in Curcuma Xanthorriza 1 medicinal plant sam-
ples exceeds the limit of quality standards
Keywords: Curcuma Xanth, Industrialization, Waste, Heavy Metals, Soil.