ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan pada daerah sekitar TPA yaitu pada daerah
pemukiman dekat dengan TPA Bantargebang .Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui serberapa banyak jumlah koloni mikroorganisme udara pada sekitar
TPA,hubungan kualitas fisik udara terhadap jamur dan bakteri serta upaya
pencegahannya.Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah jamur dan
bakteri yaitu menggunakan media PDA(Potato Deksrose Agar) untuk jamur dan
PCA(Plate Count Agar) untuk bakteri. Metode yang digunakan dalam
mengidentifikasi kualitas udara secara mikrobiologi dengan cara melakukan
observasi titik sampling dan melakukan pengambilan sampel udara dan
dilanjutkan dengan menganalisis jumlah koloni jamur dan bakteri setelah
dilakukan inkubasi pada Laboratorium Sahid Jakarta,dan kemudian dilakukan
perbandingan untuk melihat kualitas udara mikrobiologis yang dilakukan pada
beberapa titik sampling di daerah pemukiman sekitar TPA Bantargebang, Bekasi.
Dari hasil penelitian yang dilakukan di dapatkan konsentrasi jamur maksimum dari
beberapa titik sampling ialah sebanyak 2403 CFU/m3 dan minimum sebanyak
636 CFU/m3. Sedangkan untuk bakteri, konsentrasi maksimumnya ialah
sebanyak 2331 CFU/m3Upaya untuk mencegah/mengurangi agar udara yang
berasal dari tumpukan sampah di TPA Bantargebang, Bekasi tidak masuk
kepemukiman yaitu Pengelolaan Sampah, Pemilahan Sampah, kebijakan
Pemerintah dan pemasangan pipa untuk lindi serta melakukan Green Barrier pada
sekitar TPA.
Kata Kunci : Kualitas udara mikrobiologis,Pemukiman sekitar TPA ,konsentrasi
jamur, konsentrasi bakteri.
ABSTRACT
This research was conducted in the area around the landfill, namely in
residential areas close to the Bantargebang landfill. The purpose of this study was
to determine how many colonies of airborne microorganisms around the landfill,
the relationship of physical air quality to fungi and bacteria and prevention efforts.
The parameters used in this study are fungi and bacteria, namely using PDA
(Potato Deksrose Agar) media for fungi and PCA (Plate Count Agar) for bacteria.
The method used in identifying air quality microbiologically by observing
sampling points and taking air samples and continued by analyzing the number of
fungal and bacterial colonies after incubation at the Sahid Jakarta Laboratory, and
then a comparison was made to see microbiological air quality carried out at
several sampling points in residential areas around the Bantargebang landfill,
Bekasi. From the results of the research conducted, the maximum mushroom
concentration from several sampling points was 2403 CFU/m3 and a minimum of
636 CFU/m3. Efforts to prevent / reduce the air coming from piles of garbage at
the Bantargebang Landfill, Bekasi do not enter settlements, namely Waste
Management, Waste Segregation, Government policies and installation of pipes
for leachate and conducting Green Barrier around the landfill.
Keywords: Microbiological air quality, Settlements around landfill, mold
concentration, bacteria concentration.