ABSTRACT
Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Pulo Gebang merupakan instalasi yang
mengolah limbah yang diambil menggunakan truk pengangkut dari rumah-rumah
penduduk atau tempat pengolahan terpusat. Setiap harinya beroperasi dengan
limbah yang diolah sebanyak 113 m3/hari menyebabkan air hasil olahan sering
tidak memenuhi baku mutu di beberapa parameter sehingga diperlukan solusi untuk
mengatasi permasalahan tersebut Fitoremediasi merupakan metode pengolahan air
limbah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Fitoremediasi melibatkan
penggunaan tanaman untuk menghilangkan polutan dari air limbah, menawarkan
beberapa keuntungan seperti efisiensi biaya, kebutuhan energi minimum, dan
konservasi aktivitas biologis tanah. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) dipilih
sebagai tanaman fitoremediasi karena kualitas dan kemampuannya dalam
mendegradasi zat-zat penetran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoremediasi
menggunakan eceng gondok berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar
amoniak dengan efektivitas 100% pada kedua reaktor, BOD dengan efektivitas
reaktor 1 sebesar 82% dan reaktor 2 sebesar 72%, COD dengan efektivitas pada
reaktor 1 sebesar 100% dan reaktor 2 sebesar 71% dan parameter TSS dengan
efektivitas reaktor 1 sebesar 57% dan reaktor 2 sebesar 61%. dengan waktu kontak
yang paling efektif yaitu 10 hari. Dengan hasil penelitian tersebut, disimpulkan
bahwa metode fitoremediasi menggunakan eceng gondok efektif dalam
menurunkan kadar zat pencemar dan dapat menjadi solusi yang berkelanjutan
dalam mengolah air limbah domestik di IPLT Pulo Gebang.
Kata Kunci : Air Limbah Domestik, Eceng Gondok, Fitoremediasi, Instalasi
Pengolahan Lumpur Tinja
ABSTRACT
Pulo Gebang Fecal Sludge Treatment Plant (IPLT) is an installation that treats
waste taken using transport trucks from residents' homes or centralized treatment
sites. Every day operating with 113 m3/day of treated waste causes the treated water
to often not meet the quality standards in several parameters so that a solution is
needed to overcome these problems Phytoremediation is a sustainable and
environmentally friendly wastewater treatment method. Phytoremediation involves
the use of plants to remove pollutants from wastewater, offering several advantages
such as cost efficiency, minimum energy requirements, and conservation of soil
biological activity. Water hyacinth (Eichhornia crassipes) was chosen as a
phytoremediation plant due to its quality and ability to degrade penetrant
substances. The results showed that phytoremediation using water hyacinth had a
significant effect on reducing ammonia levels with 100% effectiveness in both
reactors, BOD with the effectiveness of reactor 1 by 82% and reactor 2 by 72%,
COD with effectiveness in reactor 1 by 100% and reactor 2 by 71% and TSS
parameters with the effectiveness of reactor 1 by 57% and reactor 2 by 61%. with
the most effective contact time of 10 days. With the results of this study, it is
concluded that the phytoremediation method using water hyacinth is effective in
reducing contaminant levels and can be a sustainable solution in treating domestic
wastewater at IPLT Pulo Gebang.
Keywords: Domestic Wastewater, Water Hyacinth, Phytoremediation, Septage
Treatment Plant