Archive - 2025080346

EFEKTIVITAS ECENG GONDOK (Eichhornia Crassipes) DALAM MENURUNKAN KADAR AMMONIA, BOD, COD, & TSS PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI IPLT PULO GEBANG

Submitted by budisasongko201@gmail.com on August 12, 2025 07:04 AM
Tahun:
2024
Abstract:

ABSTRACT

 

 

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Pulo Gebang merupakan instalasi yang

mengolah limbah yang diambil menggunakan truk pengangkut dari rumah-rumah

penduduk atau tempat pengolahan terpusat. Setiap harinya beroperasi dengan

limbah yang diolah sebanyak 113 m3/hari menyebabkan air hasil olahan sering

tidak memenuhi baku mutu di beberapa parameter sehingga diperlukan solusi untuk

mengatasi permasalahan tersebut Fitoremediasi merupakan metode pengolahan air

limbah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Fitoremediasi melibatkan

penggunaan tanaman untuk menghilangkan polutan dari air limbah, menawarkan

beberapa keuntungan seperti efisiensi biaya, kebutuhan energi minimum, dan

konservasi aktivitas biologis tanah. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) dipilih

sebagai tanaman fitoremediasi karena kualitas dan kemampuannya dalam

mendegradasi zat-zat penetran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoremediasi

menggunakan eceng gondok berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar

amoniak dengan efektivitas 100% pada kedua reaktor, BOD dengan efektivitas

reaktor 1 sebesar 82% dan reaktor 2 sebesar 72%, COD dengan efektivitas pada

reaktor 1 sebesar 100% dan reaktor 2 sebesar 71% dan parameter TSS dengan

efektivitas reaktor 1 sebesar 57% dan reaktor 2 sebesar 61%. dengan waktu kontak

yang paling efektif yaitu 10 hari. Dengan hasil penelitian tersebut, disimpulkan

bahwa metode fitoremediasi menggunakan eceng gondok efektif dalam

menurunkan kadar zat pencemar dan dapat menjadi solusi yang berkelanjutan

dalam mengolah air limbah domestik di IPLT Pulo Gebang.

Kata Kunci : Air Limbah Domestik, Eceng Gondok, Fitoremediasi, Instalasi

Pengolahan Lumpur Tinja

 

ABSTRACT

 

Pulo Gebang Fecal Sludge Treatment Plant (IPLT) is an installation that treats

waste taken using transport trucks from residents' homes or centralized treatment

sites. Every day operating with 113 m3/day of treated waste causes the treated water

to often not meet the quality standards in several parameters so that a solution is

needed to overcome these problems Phytoremediation is a sustainable and

environmentally friendly wastewater treatment method. Phytoremediation involves

the use of plants to remove pollutants from wastewater, offering several advantages

such as cost efficiency, minimum energy requirements, and conservation of soil

biological activity. Water hyacinth (Eichhornia crassipes) was chosen as a

phytoremediation plant due to its quality and ability to degrade penetrant

substances. The results showed that phytoremediation using water hyacinth had a

significant effect on reducing ammonia levels with 100% effectiveness in both

reactors, BOD with the effectiveness of reactor 1 by 82% and reactor 2 by 72%,

COD with effectiveness in reactor 1 by 100% and reactor 2 by 71% and TSS

parameters with the effectiveness of reactor 1 by 57% and reactor 2 by 61%. with

the most effective contact time of 10 days. With the results of this study, it is

concluded that the phytoremediation method using water hyacinth is effective in

reducing contaminant levels and can be a sustainable solution in treating domestic

wastewater at IPLT Pulo Gebang.

Keywords: Domestic Wastewater, Water Hyacinth, Phytoremediation, Septage

Treatment Plant


Anggota Penulis:

BUDI SASONGKO

Document Thesis: