ABSTRAK
Pemantauan kualitas air limbah industri tambang batu bara sangat penting untuk
memastikan bahwa limbah yang dibuang ke lingkungan telah memenuhi baku mutu
yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pengukuran
kualitas air limbah menggunakan alat sparing dengan membandingkan hasilnya
terhadap pengujian laboratorium serta standar baku mutu yang berlaku. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan
melakukan pengukuran parameter pH dan Total Suspend Solid (TSS) secara
langsung menggunakan alat sparing serta pengujian laboratorium sebagai
pembanding. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai akurasi pengukuran alat
sparing terhadap haisl pengujian laboratorium berada dalam batas yang dapat
diterima sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2019. Analisis statistik menggunakan Uji F
dan Uji T menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil
pengukuran alat sparing dan hasil uji laboratorium. Selain itu, efektivitas alat
sparing dalam pemantauan kualitas air limbah diperoleh dengan validasi data harian
selama satu bulan, yang menunjukan bahwa mayoritas data masih dalam batas
aman dengan tingkat kesalahan yang rendah. Pengujian kadar logam Fe dan Mn
yang dilakukan secara manual menggunakan metode Inductively Coupled Plasma
(ICP) juga menunjukkan bahwa kadar logam berat dalam air limbah tambang batu
bara masih berada di bawah ambang batas yang diperbolehkan sesuai dengan
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003. Dengan demikian,
pemanfaatan alat Sparing terbukti efektif dalam melakukan pemantauan kualitas air
limbah secara real-time dan berkelanjutan, meskipun tetap diperlukan pemantauan
manual untuk parameter yang tidak dapat diukur secara otomatis.
Kata kunci : Pemantauan Air Limbah, Sparing, Kualitas Air, Industri Tambang,
Evaluasi Sensor
ABSTRACT
Monitoring the quality of wastewater from coal mining industries is crucial to
ensure that discharged waste meets established environmental standards. This
study aims to evaluate the measurement results of wastewater quality using the
Sparing device by comparing them with laboratory testing results and applicable
quality standards. The research employs a descriptive quantitative analysis method
by directly measuring pH and Total Suspended Solid (TSS) parameters using the
Sparing device, with laboratory testing serving as a reference for comparison. The
results indicate that the accuracy of the Sparing device's measurements compared
to laboratory results falls within accepTabel limits as stipulated by Indonesia’s
Ministry of Environment and Forestry Regulation No. 80 of 2019. Statistical
analysis using the F-test and T-test shows no significant differences between the
Sparing device measurements and laboratory testing results. Additionally, the
effectiveness of the Sparing device in wastewater quality monitoring was validated
through daily data collection over a one-month period, demonstrating that the
majority of the data remained within safe limits with minimal deviations. Manual
testing of Fe and Mn concentrations using the Inductively Coupled Plasma (ICP)
method also confirmed that heavy metal concentrations in coal mining wastewater
remained below the permissible thresholds set by Indonesia’s Minister of
Environment Decree No. 113 of 2003. Thus, the implementation of the Sparing
device has proven effective in real-time and continuous wastewater quality
monitoring, although manual monitoring is still necessary for parameters that
cannot be measured automatically.
Keywords : Wastewater Monitoring, Sparing, Water Quality, Mining Industry,
Sensor Evaluation