Sarjana Teknik
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat bahaya banjir di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografi (SIG). Banjir merupakan salah satu bencana yang paling sering terjadi di wilayah perkotaan, termasuk Jakarta, dan menimbulkan kerugian yang signifikan baik secara sosial maupun ekonomi. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan enam parameter utama, yaitu kemiringan lereng, ketinggian lokasi, jenis tanah, curah hujan, tutupan lahan, dan jarak terhadap sungai. Data diperoleh dari lembaga terkait serta citra satelit, kemudian diolah menggunakan metode overlay berbobot dan scoring untuk menghasilkan peta bahaya banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kelurahan Bukit Duri terbagi ke dalam tiga kategori tingkat bahaya banjir, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Daerah dengan tingkat bahaya tinggi umumnya terletak di dataran rendah yang berdekatan dengan Sungai Ciliwung, terutama di kawasan permukiman padat yang memiliki daya resap tanah rendah. Sementara itu, daerah dengan tingkat bahaya rendah lebih banyak berada di wilayah dengan elevasi lebih tinggi dan tutupan lahan terbuka. Peta yang dihasilkan tidak hanya memberikan gambaran spasial mengenai distribusi bahaya banjir, tetapi juga dapat dijadikan acuan penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan tata ruang, pengendalian pembangunan, serta penyusunan strategi mitigasi bencana yang lebih efektif.Kata kunci: pemetaan bahaya banjir, Sistem Informasi Geografis (SIG), Bukit Duri, Sungai Ciliwung, mitigasi bencana .
Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan ruang untukmendukung kenyamanan karyawan atau personil yang bekerja di ruangan tersebut. Ruangdengan sistem pencahayaan yang baik dapat mendukung aktivitas yang dilakukan didalamnya. Pekerjaan di laboratorium uji dan perkantoran menuntut ketelitian danketepatan secara visual oleh mata dalam menjalankan setiap pengujian dari prosespreparasi sampai analisis maupun menyusun dan memisahkan antar dokumen.Pada penelitian ini, terdapat beberapa ruangan yang belum memenuhi standar baku mutupencahayaan berdasarkan hasil pengukuran intensitas cahaya yang dilakukan internalperusahaan. Akibat dari hal tersebut tidak jarang para pekerja mengalami kendala sepertimata terasa cepat lelah, penglihatan berbayang yang menyebabkan kesalahan dan ketidaktelitian dalam pengujian maupun pekerjaan perkantoran. Penelitian ini bertujuan untukmeneliti nilai intensitas pencahayaan yang ada di beberapa ruang kerja di gedungoperasional dan manajemen.Hasil pengukuran yang dibandingkan dengan baku mutu selanjutnya akan dilakukananalisis menggunakan aplikasi ReLux yang berguna untuk simulasi perencanaan danperbaikan titik pencahayaan yang ada di lingkungan kerja yang diteliti. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat 4 ruangan yang masih dibawah standar baku mutu meliputi ruangpenyimpanan sampel sebelum distribusi pada gedung manajemen, laboratorium udara,laboratorium tanah dan penyimpanan sampel di laboratorium pada gedung operasional.Dampak yang dirasakan para pekerja yang berada di ruang tersebut seperti mata buram /berbayang (46%), mata terasa cepat lelah (46%) dan minus / plus bertambah (8%).Rekomendasi yang diberikan melalui simulasi dengan ReLux berupa penyesuaian titikpencahayaan, penyesuaian daya dan jumlah lampu yang digunakan dan penggunaanarmature/kap agar cahaya lebih terdistribusi merata.Kata kunci : cahaya, analisis dampak, simulasi dengan ReLux
ABSTRAK: Penghematan energi listrik harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan krisis energi. Penghematan energi listrik dapat dilakukan dengan melakukan efisiensi konsumsi energi. Efisiensi konsumsi bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan energi suatu bangunan gedung dan mencari upaya peningkatan efisiensi penggunaan energi tanpa mengurangi tingkat kenyamanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil beban energi pada Stasiun Gas Muara Bekasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk, mengukur konsumsi energi listrik pada Stasiun Gas Muara Bekasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk serta mengetahui besaran penghematan biaya efisiensi konsumsi energi yang bisa dihemat dengan mereduksi gas rumah kaca dan aktivitas apa yang dilakukan untuk mereduksi gas rumah kaca di PT Perusahaan Gas Negara Tbk.Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi lapangan, metode assesmen energi, pelaksanaan pengumpulan data menggunakan audit energi awal dan audit energi rinci.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi konsumsi energi dilakukan di seluruh area stasiun gas muara Bekasi yaitu di raungkan kontrol yang meliputi control room, IT Room, Battery Room dan Electrical room ber-AC dengan jenis lampu TL LED dan CFL yang dioperasikan 24 jam/hari. Hasil pengukuran penggunaan energi pada periode bulan Januari 2021 sampai dengan Juni 2021 diperoleh hasil terdapat 5 ruangan sudah memenuhi Standard SNI 6197-2011 serta ada 4 ruangan masih belum memenuhi standar Standard SNI 6197-2011. Pencahayaan di Stasiun Gas Muara Bekasi PT. Perusahaan Gas Negara Tbk diperoleh pencahayaan yang kuat di 8 ruangan, intensitas daya AC pada Stasiun Gas Muara Bekasi PT. Perusahaan Gas Negara Tbk dari 6 ruangan yang terpasang AC hanya 1 ruangan yang memenuhi baik secara temperatur maupun kelembaban. Intensitas Konsumsi Energi Listrik (IKE) pada Stasiun Gas Muara Bekasi PT. Perusahaan Gas Negara. Tbk sesuai dengan Standar Intensitas Daya Pencahayaan dan Kuat Pencahayaan berdasarkan Standar SNI 6197-2011. Hasil audit yang dilakukan menghasilkan reduksi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 3.024 Kg CO2/hari atau 786.24 Kg CO2/tahun lampu dari Sodium 250 Watt ke LED 150 Watt. Pergantian lampu Sonte 400 Watt dengan LED 280 Watt menghasilkan reduksi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 5.6448 Kg CO2/hari atau 1467.64 Kg CO2/tahun. Penggunaan AC dengan merubah temperatur AC dari temperatur 230C ke 240C yang menghasilkan reduksi Gas Rumah Kaca (GRK) 281.736 Kg CO2/hari atau 73251,36 Kg CO2.Kata Kunci: Efisiensi, Konsumsi Energi, Gas Rumah KacaABSTRACT: Electrical energy savings must be made to overcome the energy crisis problem. Saving electrical energy can be done by making energy consumption efficient. Consumption efficiency aims to determine the energy use profile of a building and seek efforts to increase the efficiency of energy use without reducing the level of comfort. The aim of this research is to determine the energy load profile at the Muara Bekasi Gas Station PT Perusahaan Gas Negara Tbk, measure electrical energy consumption at the Muara Bekasi Gas Station PT Perusahaan Gas Negara Tbk and determine the amount of energy consumption efficiency cost savings that can be saved by reducing greenhouse gases and what activities are carried out to reduce greenhouse gases at PT Perusahaan Gas Negara Tbk.The research method used is descriptive, with data collection techniques using field studies, energy assessment methods, data collection implementation using initial energy audits and detailed energy audits.The results of the research show that efficient energy consumption is carried out in the entire Muara Bekasi gas station area, which includes controls that include:control room, IT Room, Battery Room andElectrical room Air-conditioned with LED and CFL TL lamps operated 24 hours/day. The results of measuring energy use in the period January 2021 to June 2021 showed that 5 rooms had met the SNI 6197-2011 Standard and 4 rooms had not yet met the SNI 6197-2011 Standard. Lighting at Muara Bekasi Gas Station PT. Perusahaan Gas Negara Tbk obtained strong lighting in 8 rooms, AC power intensity at the Muara Bekasi PT Gas Station. Perusahaan Gas Negara Tbk, of the 6 rooms that have AC installed, only 1 room meets both temperature and humidity. Electrical EnergyConsumption Intensity (IKE) at Muara Bekasi Gas Station PT. National gas Company. Tbk in accordance with the Lighting Power Intensity and Lighting Strength Standards based on SNI 6197-2011 Standards. The results of the audit carried out resulted in a reduction in Green House Gases (GHG) of 3,024 Kg CO2/day or 786.24 Kg CO2/light year from Sodium 250 Watt the LED 150Watt. Changing lightsTONIGHT 400 Watt with 280 LEDsWatt resulting in a Green House Gas (GHG) reduction of 5,6448 Kg CO2/day or 1467.64 Kg CO2/year. Use AC by changing the AC temperature from temperature 230C ke 240C which results in a reduction in Green House Gases (GHG) of 281,736 Kg CO2/day or 73251,36 Kg CO2.Keywords: Efficiency, Energy Consumption, Greenhouse Gases