Industri restoran cepat saji menghadapi tantangan serius dalam mengelola persediaan bahan baku yang bersifat mudah rusak, seperti ayam. Ketidakseimbangan antara permintaan konsumen yang fluktuatif dan sistem pengendalian persediaan yang belum optimal sering menimbulkan masalah overstock maupun understock, yang berdampak pada tingginya biaya dan risiko kehilangan penjualan. Kajian pustaka menunjukkan bahwa metode Economic Order Quantity (EOQ) efektif menekan biaya persediaan, sementara konsep Safety Stock berperan penting dalam menjaga kelancaran pasokan. Penelitian ini menggunakan data pembelian, pemakaian, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, serta lead time pada periode Juli 2024–Juni 2025, yang dianalisis melalui software POM-QM. Hasil perhitungan menunjukkan jumlah pemesanan optimal sebesar 746 kg per pesanan dengan frekuensi 19 kali pemesanan per tahun, safety stock 196 kg, dan reorder point 272 kg. Penerapan metode EOQ menghasilkan total biaya persediaan Rp 7.341.428 per tahun, jauh lebih rendah dibanding kondisi aktual Rp 21.427.600, sehingga tercapai efisiensi sebesar 65,7%. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi EOQ dan Safety Stock mampu meningkatkan efektivitas pengendalian persediaan pada restoran cepat saji, khususnya untuk bahan baku yang bersifat mudah rusak.Kata kunci : Pengendalian persediaan, Economic Order Quantity, Safety Stock, Restoran cepat saji.
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat bahaya banjir di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografi (SIG). Banjir merupakan salah satu bencana yang paling sering terjadi di wilayah perkotaan, termasuk Jakarta, dan menimbulkan kerugian yang signifikan baik secara sosial maupun ekonomi. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan enam parameter utama, yaitu kemiringan lereng, ketinggian lokasi, jenis tanah, curah hujan, tutupan lahan, dan jarak terhadap sungai. Data diperoleh dari lembaga terkait serta citra satelit, kemudian diolah menggunakan metode overlay berbobot dan scoring untuk menghasilkan peta bahaya banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kelurahan Bukit Duri terbagi ke dalam tiga kategori tingkat bahaya banjir, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Daerah dengan tingkat bahaya tinggi umumnya terletak di dataran rendah yang berdekatan dengan Sungai Ciliwung, terutama di kawasan permukiman padat yang memiliki daya resap tanah rendah. Sementara itu, daerah dengan tingkat bahaya rendah lebih banyak berada di wilayah dengan elevasi lebih tinggi dan tutupan lahan terbuka. Peta yang dihasilkan tidak hanya memberikan gambaran spasial mengenai distribusi bahaya banjir, tetapi juga dapat dijadikan acuan penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan tata ruang, pengendalian pembangunan, serta penyusunan strategi mitigasi bencana yang lebih efektif.Kata kunci: pemetaan bahaya banjir, Sistem Informasi Geografis (SIG), Bukit Duri, Sungai Ciliwung, mitigasi bencana .
Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan ruang untukmendukung kenyamanan karyawan atau personil yang bekerja di ruangan tersebut. Ruangdengan sistem pencahayaan yang baik dapat mendukung aktivitas yang dilakukan didalamnya. Pekerjaan di laboratorium uji dan perkantoran menuntut ketelitian danketepatan secara visual oleh mata dalam menjalankan setiap pengujian dari prosespreparasi sampai analisis maupun menyusun dan memisahkan antar dokumen.Pada penelitian ini, terdapat beberapa ruangan yang belum memenuhi standar baku mutupencahayaan berdasarkan hasil pengukuran intensitas cahaya yang dilakukan internalperusahaan. Akibat dari hal tersebut tidak jarang para pekerja mengalami kendala sepertimata terasa cepat lelah, penglihatan berbayang yang menyebabkan kesalahan dan ketidaktelitian dalam pengujian maupun pekerjaan perkantoran. Penelitian ini bertujuan untukmeneliti nilai intensitas pencahayaan yang ada di beberapa ruang kerja di gedungoperasional dan manajemen.Hasil pengukuran yang dibandingkan dengan baku mutu selanjutnya akan dilakukananalisis menggunakan aplikasi ReLux yang berguna untuk simulasi perencanaan danperbaikan titik pencahayaan yang ada di lingkungan kerja yang diteliti. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat 4 ruangan yang masih dibawah standar baku mutu meliputi ruangpenyimpanan sampel sebelum distribusi pada gedung manajemen, laboratorium udara,laboratorium tanah dan penyimpanan sampel di laboratorium pada gedung operasional.Dampak yang dirasakan para pekerja yang berada di ruang tersebut seperti mata buram /berbayang (46%), mata terasa cepat lelah (46%) dan minus / plus bertambah (8%).Rekomendasi yang diberikan melalui simulasi dengan ReLux berupa penyesuaian titikpencahayaan, penyesuaian daya dan jumlah lampu yang digunakan dan penggunaanarmature/kap agar cahaya lebih terdistribusi merata.Kata kunci : cahaya, analisis dampak, simulasi dengan ReLux
ABSTRAK: Break Even Point (BEP) merupakan suatu teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui keadaan dimana suatu usaha tidak menderita kerugian dan juga tidak mendapatkan keuntungan. Penggunaan analisis Break Even Point ini dimaksudkan agar manajemen suatu usaha dapat mengetahui pada tingkat penjualan minimal berapa usaha mengalami titik impas, sehingga manajemen suatu usaha dapat mengambil keputusan dan direncanakan dengan baik target penjualan di atas penjualan minimal agar menghasilkan laba yang diharapkan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Break Even Point (BEP), Contribution Margin (perbandingan pendapatan dari perbedaan penjualan dan biaya variabel yang mewakili), Margin of Safety (MoS) (Batas aman minimal penjualan). Perhitungan dan analisis Break Even Point diawali dengan perhitungan alokasi biaya tetap, biaya variabel dan Rasio Contribution Margin. Jika suatu usaha tersebut menggunakan biaya semi variabel, biaya tersebut harus dikelompokkan terlebih dahulu menggunakan metode Tinggi-Rendah (High and Low Point Method), Scattergraph Method atau Metode Least Square. Hasil penelitian diketahui bahwa Break Even Point (BEP) terjadi pada penjualan sebesar Rp3.098.220,- dan Margin of Safety (MoS) sebesar Rp42.401.780,-. Laundry Bina Jasa Karisma mengingkan kenaikan labauntuk tahun 2024 sebesar 40% atau Rp67.614.349,- maka penjualan yang harus dicapai 10.395 kg.Kata kunci : Break Even Point, Contribution Margin, Margin of Safety, Penjualan, LabaABSTRACT: Break Even Point (BEP) is an analytical technique used to determine the situation where a business does not suffer losses and also does not get profits. The use of Break Even Point analysis is intended so that the management of a business can find out at the minimum sales level how much the business breaks even, so that the management of a business can make decisions and plan well sales targets above the minimum sales in order to generate the expected profit. The analytical tools used in this study are Break Even Point (BEP), Contribution Margin (comparison of revenue fromsales differences and representative variable costs), Margin of Safety (MoS) (minimum safe limit of sales). Break Even Point calculation and analysis begins with the calculation of fixed cost allocation, variable costs and Contribution Margin Ratio. If a business uses semi-variable costs, these costs must first be grouped using the High and Low Point Method, Scattergraph Method or Least Square Method. The results of the study found that the Break Even Point (BEP) occurred in sales of Rp3.098.220, - and the Margin of Safety (MoS) of Rp42.401.780,-. Laundry Bina Jasa Karisma wants an increase in profit for 2024 of 40% or IDR 67.614.349, - so sales must be achieved10.395 kg.Keywords : Break Even Point, Contribution Margin, Margin of Safety, Sales, Profit
ABSTRAK: Penghematan energi listrik harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan krisis energi. Penghematan energi listrik dapat dilakukan dengan melakukan efisiensi konsumsi energi. Efisiensi konsumsi bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan energi suatu bangunan gedung dan mencari upaya peningkatan efisiensi penggunaan energi tanpa mengurangi tingkat kenyamanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil beban energi pada Stasiun Gas Muara Bekasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk, mengukur konsumsi energi listrik pada Stasiun Gas Muara Bekasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk serta mengetahui besaran penghematan biaya efisiensi konsumsi energi yang bisa dihemat dengan mereduksi gas rumah kaca dan aktivitas apa yang dilakukan untuk mereduksi gas rumah kaca di PT Perusahaan Gas Negara Tbk.Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi lapangan, metode assesmen energi, pelaksanaan pengumpulan data menggunakan audit energi awal dan audit energi rinci.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi konsumsi energi dilakukan di seluruh area stasiun gas muara Bekasi yaitu di raungkan kontrol yang meliputi control room, IT Room, Battery Room dan Electrical room ber-AC dengan jenis lampu TL LED dan CFL yang dioperasikan 24 jam/hari. Hasil pengukuran penggunaan energi pada periode bulan Januari 2021 sampai dengan Juni 2021 diperoleh hasil terdapat 5 ruangan sudah memenuhi Standard SNI 6197-2011 serta ada 4 ruangan masih belum memenuhi standar Standard SNI 6197-2011. Pencahayaan di Stasiun Gas Muara Bekasi PT. Perusahaan Gas Negara Tbk diperoleh pencahayaan yang kuat di 8 ruangan, intensitas daya AC pada Stasiun Gas Muara Bekasi PT. Perusahaan Gas Negara Tbk dari 6 ruangan yang terpasang AC hanya 1 ruangan yang memenuhi baik secara temperatur maupun kelembaban. Intensitas Konsumsi Energi Listrik (IKE) pada Stasiun Gas Muara Bekasi PT. Perusahaan Gas Negara. Tbk sesuai dengan Standar Intensitas Daya Pencahayaan dan Kuat Pencahayaan berdasarkan Standar SNI 6197-2011. Hasil audit yang dilakukan menghasilkan reduksi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 3.024 Kg CO2/hari atau 786.24 Kg CO2/tahun lampu dari Sodium 250 Watt ke LED 150 Watt. Pergantian lampu Sonte 400 Watt dengan LED 280 Watt menghasilkan reduksi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 5.6448 Kg CO2/hari atau 1467.64 Kg CO2/tahun. Penggunaan AC dengan merubah temperatur AC dari temperatur 230C ke 240C yang menghasilkan reduksi Gas Rumah Kaca (GRK) 281.736 Kg CO2/hari atau 73251,36 Kg CO2.Kata Kunci: Efisiensi, Konsumsi Energi, Gas Rumah KacaABSTRACT: Electrical energy savings must be made to overcome the energy crisis problem. Saving electrical energy can be done by making energy consumption efficient. Consumption efficiency aims to determine the energy use profile of a building and seek efforts to increase the efficiency of energy use without reducing the level of comfort. The aim of this research is to determine the energy load profile at the Muara Bekasi Gas Station PT Perusahaan Gas Negara Tbk, measure electrical energy consumption at the Muara Bekasi Gas Station PT Perusahaan Gas Negara Tbk and determine the amount of energy consumption efficiency cost savings that can be saved by reducing greenhouse gases and what activities are carried out to reduce greenhouse gases at PT Perusahaan Gas Negara Tbk.The research method used is descriptive, with data collection techniques using field studies, energy assessment methods, data collection implementation using initial energy audits and detailed energy audits.The results of the research show that efficient energy consumption is carried out in the entire Muara Bekasi gas station area, which includes controls that include:control room, IT Room, Battery Room andElectrical room Air-conditioned with LED and CFL TL lamps operated 24 hours/day. The results of measuring energy use in the period January 2021 to June 2021 showed that 5 rooms had met the SNI 6197-2011 Standard and 4 rooms had not yet met the SNI 6197-2011 Standard. Lighting at Muara Bekasi Gas Station PT. Perusahaan Gas Negara Tbk obtained strong lighting in 8 rooms, AC power intensity at the Muara Bekasi PT Gas Station. Perusahaan Gas Negara Tbk, of the 6 rooms that have AC installed, only 1 room meets both temperature and humidity. Electrical EnergyConsumption Intensity (IKE) at Muara Bekasi Gas Station PT. National gas Company. Tbk in accordance with the Lighting Power Intensity and Lighting Strength Standards based on SNI 6197-2011 Standards. The results of the audit carried out resulted in a reduction in Green House Gases (GHG) of 3,024 Kg CO2/day or 786.24 Kg CO2/light year from Sodium 250 Watt the LED 150Watt. Changing lightsTONIGHT 400 Watt with 280 LEDsWatt resulting in a Green House Gas (GHG) reduction of 5,6448 Kg CO2/day or 1467.64 Kg CO2/year. Use AC by changing the AC temperature from temperature 230C ke 240C which results in a reduction in Green House Gases (GHG) of 281,736 Kg CO2/day or 73251,36 Kg CO2.Keywords: Efficiency, Energy Consumption, Greenhouse Gases
ABSTRAK: Permasalahan pemberian ASI eksklusif masih belum mencapai target sebesar 80%. Sedikitnya produksi ASI dipengaruhi oleh kurangnya kinerja hormon oksitosin akibat kurangnya hisapan bayi yang membuat ibu berhenti menyusui. Salah satu cara meningkatkan produksi ASI adalah memperkenalkan pijat oksitosin karena, pengetahuan suami masih tergolong cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian edukasi melalui media “OBROLIN” (Video Animasi Pijat Oksitosin) terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap AyahASI. Desain penelitian ini menggunakan pre-experimental dengan rancangan one group Pre-Test and Post-Test design dengan subjek penelitian dipilih secara purposive sampling yaitu berjumlah 21 Ayah yang tergabung dalam komunitas AyahASI dan wajib mengikuti proses edukasi selama 2 sesi pertemuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni 2024. Pengambilan data dilakukan secara online melalui zoom meeting dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap tentang pijat oksitosin serta pemutaran video animasi berdurasi 9 menit 44 detik dan pengulangan video dilakukan retensi antara jeda Pre-Test menuju Post-Test. Analisis data bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 33,3% berpengetahuan baik, 57,1% berpengetahuan cukup, 9,5% berpengetahuan kurang dan 52,4% sikap baik, 47,6% sikap kurang pada hasil Pre-Test dan terdapat peningkatan pada hasil Post-Test sebesar 90,5% berpengetahuan baik, 9,5% berpengetahuan cukup, dan 100% sikap baik. Terdapat perbedaan antara Pre-Test dan Post-Test pada pengetahuan dan sikap ayah dengan angka delta 21 menunjukkan hasil yang signifikan (p-value <0.001; p<0.05) sehingga dapat disimpulkan media video animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang pijat oksitosin pada ayah ASI.Kata Kunci: AyahASI, Pengetahuan, Pijat Oksitosin, Sikap, Video AnimasiABSTRACT: The problem of exclusive breastfeeding has not yet reached the target of 80%. The lack of breast milk production is influenced by the lack of performance of the oxytocin hormone due to the lack of infant suction, which makes mothers stop breastfeeding. One way to increase breast milk production is to introduce oxytocin massage because the husband's knowledge is still relatively sufficient. This study aims to analyze the effectiveness of providing education through the media “OBROLIN” (Oxytocin Massage Animation Video) on improving the knowledge and attitudes of breastfeeding fathers. This research design uses pre-experimental with a one-group Pre-Test and Post-Test design with research subjects selected by purposive sampling, namely 21 fathers who are members of the “Ayah ASI” community and must take part in the educational process for 2 meeting sessions. This study was conducted from April to June 2024. Data collection was carried out online through a Zoom meeting using a knowledge and attitude questionnaire about oxytocin massage and playing an animated video with a duration of 9 minutes 44 seconds and video repetition wasretained between the Pre-Test and Post-Test pauses. Bivariate data analysis was performed using the Wilcoxon test. The results showed that there were 33.3% with good knowledge, 57.1% with sufficient knowledge, 9.5% with poor knowledge, 52.4% with good attitude, 47.6% with poor attitude in the Pre-Test results and there was an increase in the Post-Test results of 90.5% with good knowledge, 9.5% with sufficient knowledge, and 100% with good attitude. There is a difference between the Pre-Test and Post-Test on the knowledge and attitude of fathers with a delta number of 21 showing significant results (p-value <0.001; p<0.05) so it can be concluded that animated video media is effective in increasing knowledge and attitudes about oxytocin massage in breastfeeding fathers.Keywords: Breastfeeding Father, Knowledge, Oxytocin Massage, Attitude, Animation Video
Penata Suara memiliki kinerja yang begitu penting dalam suatu produksi programacara. Permasalahannya untuk menghasilkan audio yang berkualitas bebas dari noise dan layak siar sulit dilakukan. Diperlukan sumber daya manusia yang mampu menggunakan peralatan audio yang canggih dan lingkungan produksi yang mendukung. Seorang Penata Suara yang kreatif dituntut menghasilkan audio yang berkualitas dalam memanfaatkan suasana lingkungan produksi berlangsung agar dapat memperkuat gambar menjadi lebih bercerita. Dengan berkonsentrasi pada teknik penataan suara pada produksi dokumenter Saman Silurus penata suara harus mampu mendalami konsep teknik pengambilan suara pada pra produksi, produksi, pasca produksi khususnya dalam menciptakan audio yang nantinya akan terdengar jelas dan sesuai dengan informasi yang akan diberikan kepada penonton. Film dokumenter "Saman Silurus" mengisahkan kehidupan seorang ayah berusia 50 tahun yang berkomitmen untuk meningkatkan ekonomi keluarganya melalui peternakan lele. Dengan dukungan istrinya, Rohana, mereka mengatasi berbagai rintangan dan berhasil membiayai pendidikan anaknya hingga jenjang kuliah. Tujuan penelitian ini untuk memahami kinerja, peran, tanggung jawab, dan kontribusi penata suara dalam pembuatan film dokumenter, serta proses kerjanya dalam konteks komunikasi media massa dan broadcasting. Metode penelitian yang digunakan adalah Studi Kasus, dengan metode pengumpulan data melalui observasi non partisipan, studi Pustaka dan wawancara mendalam. sedangkan metode analisa data menggunakan analisis tunggal. Hasil pembuatan Film Dokumenter “Saman Silurus” menunjukkan bahwa Kinerja Penata Suara sangat penting dalam manajemen suara, dari perencanaan hingga pengawasan, dan memiliki pengaruh besar terhadap kinerja kru dengan mengurangi noise atau suara yang tidak diinginkan.Kata kunci : Penata suara, Film Dokumnter, Kinerja Penata Suara
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang dapat diketahui masyarakat mengenai citra diri seseorang dalam memiliki hubungan dengan seorang anak, banyak terjadi kasus kekerasan yang melibatkan seorang anak, sehingga banyak anak yang merasa cemas, depresi dan memiliki perasaan ingin bunuh diri. Pola asuh adalah salah satu hal terpenting dalam perkembangan anak. Dalam mendidik dan mengasuh seorang anak, memerlukan edukasi, sehingga seseorang dapat mengenal citra dirinya sebagaimana berperan menjadi seorang ibu dan bagaimana berperan menjadi seorang ayah. Hadirnya alat komunikasi seperti ponsel pintar serta media sosial, memudahkan khalayak untuk berkomunikasi dan berbagi informasi dengan siapa saja dan di mana saja. Penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kategori konten edukasi parenting tentang generasi stroberi dapat meningkatkan pengetahuan untuk membangun citra diri. Penelitian ini menggunakan teori uses and gratification. Jenis dalam penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan analisis regresi linier sederhana. Dari hasil pengujian analisis regresi linier sederhana diterima hipotesis yang menyatakan “Terdapat Pengaruh Konten Edukasi Parenting Akun TikTok Leonny Mengenai Strawberry Generation Dalam Meningkatkan Pengetahuan Untuk Membangun Citra Diri Followers” nilai beta dalam understandardized coefficients variabel konten edukasi parenting akun TikTok Leonny mengenai strawberry generation menunjukan angka sebesar 0,510 yang artinya adalah besaran koefisien konten edukasi parenting akun TikTok Leonny mengenai strawberry generation dalam meningkatkan pengetahuan untuk membangun citra diri followers adalah 54,9%. Berdasarkan hasil uji t memperoleh nilai 16,599 dan uji f memperoleh nilai 119,386 dapat disimpulkan H1 terdapat pengaruh.Kata Kunci : Konten edukasi, pengetahuan, citra diri, generasi stroberi, parenting, akun TikTok.