ABSTRAKWorkshop memiliki potensi bahaya yang tinggi sehingga dapatmembahayakan keselamatan pekerja yang menunaikan tugas, melakukan pekerjaandidalam ruang terbatas diperlukan upaya pencegahan untuk menghindari terjadinyakecelakaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana penerapanmanajemen risiko K3 pada pekerjaan di area Workshop dan juga mengidentifikasipotensi bahaya dan melakukan pengendalian resiko bahaya yang mungkin terjadidi area Workshop. Jenis desain penelitian yang digunakan adalah penelitiandeskriptif dengan teknik analisis kualitatif dengan menggunakan data primer yangdiperoleh dari hasil wawancara dan kuesinoer dengan 8 orang karyawan sebagairesponden. Dari hasil penelitian identifikasi yang dilakukan di PT. MSSmenggunakan metode Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control padaarea Workshop terdapat 42 total potensi bahaya yang terdiri dari 32 resiko yangmeyangkut bahaya keselamatan dan 10 resiko bahaya kesehatan dengan terdapat28 potensi bahaya dengan kategori rendah, 13 potensi bahaya kategori sedang, dan1 potensi bahaya kategori tinggi. Pengendalian tambahan dilakukan pada potensibahaya adanya percikan api pada saat proses pengelasan dan juga cutting whellyaitu dengan cara penerapan 5R dan juga menyediakan lemari khusus untyk bahanyang mudah terbakar. Saran: penerapan 5R pada saat bekerja, memberikankesempatan kepada pekerja untuk mendapat pelatihan mengenai K3 dan jugamenyediakan pekerja yang khusus yang bertanggung jawab untuk merapikanbarang dan peralatan kerja.Kata kunci: Workshop, HIRARC, Risiko, BahayaABSTRACTWorkshops have a high potential for danger so that they can endanger the safety ofworkers carrying out their duties. Carrying out work in a confined space requirespreventive measures to avoid accidents. The aim of this research is to find out howK3 risk management is implemented in work in the Workshop area and also toidentify potential hazards and control the risks of hazards that may occur in theWorkshop area. The type of research design used is descriptive research withqualitative analysis techniques using primary data obtained from interviews andquestionnaires with 8 employees as respondents. From the results of identificationresearch conducted at PT. MSS uses the Hazard Identification Risk Assessment andRisk Control method in the Workshop area, there are 42 total potential hazardsconsisting of 32 risks involving safety hazards and 10 health hazard risks with 28potential hazards in the low category, 13 potential hazards in the medium category,and 1 potential high category danger. Additional control is carried out on thepotential danger of sparks during the welding process and also cutting wheels,namely by implementing 5R and also providing special cabinets for flammablematerials. Suggestion: apply 5R at work, provide opportunities for workers toreceive training regarding K3 and also provide special workers who areresponsible for tidying up work items and equipment.Keywors: Workshop, HIRARC, Risk, Hazard
ABSTRAKAir limbah domestik umumnya yang berasal dari suatu kegiatan komersial atauPerumahan, Restoran, Kantor, Apartemen dan asrama biasanya dihasilkan darikegiatan manusia. Pada awalnya, air limbah di Jakarta hanya dibuang langsung kesungai atau saluran air tanpa pengolahan terlebih dahulu. Hal ini disebabkan karenamasih minimnya fasilitas pengolahan air buangan kota (sewerage system), sehinggamengakibatkan tercemarnya badan-badan sungai (Said, 2020). Glodok PlazaJakarta berada di wilayah komersial dan merupakan pusat perbelanjaan yangterletak di daerah Jakarta Barat sehingga merupakan salah satu tempat penghasil airlimbah domestik yang cukup besar. Air limbah domestik yang ada di Glodok Plazabersumber dari toilet atau wastafel cuci tangan, hotel dari kamar mandi dan dapurmakanan, serta Food Court dari dapur makanan yang kemudian air limbah tersebutdiolah agar hasil buangan tidak mencemari lingkungan. Pada bulan Januari 2023parameter amonia memiliki nilai sebesar 9 mg/l berdasarkan hasil tersebut yangmendekati baku mutu sebesar 10 mg/l menurut Permen LHK No. 68 Tahun 2016tentang air limbah domestik. Hal ini dikhawatirkan untuk pengolahan kedepan nyaIPAL tersebut tidak dapat mengolah parameter amonia sesuai baku mutu yangditetapkan menurut Permen LHK No. 68 Tahun 2016. Permasalahan dalampenelitian ini adalah di Glodok Plaza Jakarta belum pernah dilakukan pengujianInlet pada air limbah domestik dan hanya di lakukan pengujian Outlet. Sehinggabelum bisa diketahui berapa persen efisiensi penyisihan parameter pada pengolahanair limbah domestik. Pada penelitian ini parameter yang akan diuji terdapat 7parameter yaitu pH, BOD, COD, amonia, TSS, Total Coliform, Minyak dan Lemaksesuai dengan baku mutu Permen LHK No. 68 Tahun 2016 tentang air limbahdomestik. Dari hasil pengujian yang dilakukan di Laboratorium Universitas SahidJakarta hasil analisis parameter yang didapatkan semua sudah memenuhi baku mutudan efisiensi pengolahan air limbah pada setiap parameternya masuk ke dalamkategori efisien dan sangat efisien, diantaranya untuk parameter BOD memilikinilai 74,24%, COD memiliki nilai 91,57%, Amonia memiliki 98,14%, Minyak danLemak memiliki nilai 93,69%, Total Coliform memiliki nilai 98,58%, dan TSSmemiliki nilai 91,39%.Kata Kunci : Pengolahan Air Limbah Domestik, Alur Pengolahan IPAL Domestik,Efisiensi IPAL Domestik, Uji Inlet dan Outlet Air Limbah Domestik,Pusat Perbelanjaan.ABSTRACTDomestic wastewater generally derived from commercial activity or housing,restaurants, offices, apartments, and hostels is generally produced from humanactivities. Initially, Jakarta's sewage was only discharged directly into rivers orwaterways without prior treatment. This is because the sewerage system is still low,causing the river bodies to be contaminated. (Said, 2020). The Glodok PlazaJakarta is located in a commercial area and is a shopping center located in theWest Jakarta region, making it one of the major domestic wastewater generators.The domestic wastewater at Glodok Plaza comes from the toilet or laundry room,the hotel from the bathroom and dining kitchen, and the Food Court from the foodkitchen where the wastewater is then treated so that the wastewater does not pollutethe environment. As of January 2023, the ammonia parameter has a value of 9 mg/lbased on such results which is close to the quality standard of 10 mg/L accordingto Permen LHK No. 68 of 2016 on domestic wastewater. It is concerned for itsfuture processing the IPAL cannot process ammonia parameters in accordancewith the quality standards established according to Permen LHK No. 68 Year 2016.The problem with this study is that at Glodok Plaza Jakarta we have not performedan Inlet test on domestic wastewater and only an Outlet test. So it has not beenknown how much the efficiency of the parameter separation on the domestic sewagetreatment is. In this study, the parameters to be tested are 7 parameters namely pH,BOD, COD, ammonia, TSS, Total Coliform, Oils and Fats in accordance with thestandard quality Permen LHK No. 68 Year 2016 on domestic wastewater. From theresults of the testing carried out at the University of Sahid Jakarta Laboratory, theparameter analysis results obtained all already meet the standard quality andefficiency of wastewater treatment on each parameter falls into the category ofefficient and highly efficient, among them for the parameters BOD has a value of74.24%, COD has the value of 91,57%, Ammonia has 98.14%, Oil and Fats has arating of 93.69%, Total Coliform has a score of 98.58%, and TSS has a rate of91.39%.Keywords : Domestic Wastewater Treatment, Domestic IPAL Treatment Pipeline,Home IPAL Efficiency, Inlet and Home Waste Water Outlet Testing,Shopping Center.
ABSTRAKMARTINUS EMILE ZOLA MANURUNG. Analisis Kemampuan RuangTerbuka Hijau dalam Mereduksi Konsentrasi CO2 di Kantor Walikota Bekasi.Dibimbing oleh Dr. Ninin Gusdini, MT. dan PS. Dyah Prinajati, ST. MT.Perkembangan pembangunan perkotaan berdampak terhadap perubahanpemanfaatan ruang, baik direncanakan maupun tidak direncanakan. Perubahanfungsi penggunaan lahan yang terjadi pada umumnya hanya mempertimbangkanfaktor ekonomi sehingga sering menimbulkan fenomena permasalahan lingkungan.Perkembangan dan pembangunan Kota Bekasi, baik kegiatan pemerintahan,pemukiman, industri serta perdagangan dan jasa sering kali mengabaikanpenyediaan ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah perkotaanmerupakan bagian dari penataan ruang kota yang berfungsi sebagai kawasan hijaupertamanan kota, kawasan hijau hutan kota, kawasan hijau rekreasi kota, kawasanhijau kegiatan olahraga dan kawasan hijau pekarangan. Kawasan perkantoranWalikota Bekasi memiliki ruang terbuka hijau seluas 47.967 M2 berperan sebagaipenghasil oksigen, penyerapan karbon dioksida (CO2), peredam kebisingan danpenambah estetika suatu bangunan sehingga tampak asri, memberikankeseimbangan serta keserasian antara bangunan dan lingkungan.Emisi karbon dioksida dihitung dari jumlah kendaraan yang masuk dankeluar kantor Walikota Bekasi dan pemeliharaan mesin genset. Total emisi karbondioksida yang dihasilkan di kantor Walikota Bekasi sebesar 45,898 ton/tahun.Emisi karbon dioksida dari kendaraan sebesar 45,738 ton/tahun dan dari mesingenset sebesar 0,16 ton/tahun. Daya serap emisi karbon dioksida oleh tanamandihitung dengan pendekatan tipe tutupan vegetasi yaitu pohon dan rumput. Dayaserap karbon dioksida keseluruhan adalah sebesar 2.419,58 ton/tahun, yang terdiriatas daya serap oleh pohon sebesar 2.412,86 ton/tahun dan rumput sebesar 6,72ton/tahun. Dengan demikian ruang terbuka hijau Kantor Walikota Bekasi dapatmenyerap seluruh emisi karbon dioksida yang dihasilkan.Kata kunci: Daya serap CO2, Emisi CO2, Kantor Walikota Bekasi.ABSTRACTMARTINUS EMILE ZOLA MANURUNG. Analysis of Green Open Space’sAbility in Reducing CO2 Concentration in Bekasi Mayor’s Office. Supervised byDr. Ninin Gusdini, MT. and PS. Dyah Prinajati, ST. MT.The Urban Development impacts the change in spatial utilization, whetherplanned or unplanned. Generally, the changes in land use function only considereconomic factors that often cause phenomena of environmental problems. Theconstruction and development of Bekasi City, whether government activities,residential, industrial as well as trade and services often ignore the provision ofgreen open space. Green Open Space in urban areas is part of urban spatial planthat has functions as a green garden, green forest area, green recreation area,green sport area and green yard area. Bekasi Mayor’s Office area Has 47.967 m2of green open space which acts as an oxygen producer, carbon dioxide absorber,noise reduction and aesthetic enhancer of a building to be looked beautiful,providing balance and harmony between buildings and environment.Carbon dioxide emissions are calculated from the number of vehicles thatentering and leaving Bekasi Mayor’s Office and the maintenance of generatorengines. Total of carbon dioxide emissions generated at Bekasi Mayor’s Office are45,898 tons/year. Carbon dioxide emissions from vehicles are 45,738 tons/year andfrom generator engines are 0,16 tons/year. The absorption capacity of carbondioxide emission by plants is calculated based on the type of vegetation cover treesand grass. The overall absorption of carbon dioxide is 2.419,58 tons/year, whichconsists trees absorption capacity is 2.412,86 tons/year and grass absorptioncapacity is 6,72 tons/year. Thus the green open space of Bekasi Mayor’s Office canabsorb all carbon dioxide emissions.Keyword: CO2 absorption, CO2 Emissions, Bekasi Mayor’s Office.
ABSTRAK Penghematan energi listrik harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan krisis energi. Penghematan energi listrik dapat dilakukan dengan melakukan efisiensi konsumsi energi. Efisiensi konsumsi bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan energi suatu bangunan gedung dan mencari upaya peningkatan efisiensi penggunaan energi tanpa mengurangi tingkat kenyamanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil beban energi pada Stasiun Gas Muara Bekasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk, mengukur konsumsi energi listrik pada Stasiun Gas Muara Bekasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk serta mengetahui besaran penghematan biaya efisiensi konsumsi energi yang bisa dihemat dengan mereduksi gas rumah kaca dan aktivitas apa yang dilakukan untuk mereduksi gas rumah kaca di PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi lapangan, metode assesmen energi, pelaksanaan pengumpulan data menggunakan audit energi awal dan audit energi rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi konsumsi energi dilakukan di seluruh area stasiun gas muara Bekasi yaitu di raungkan kontrol yang meliputi control room, IT Room, Battery Room dan Electrical room ber-AC dengan jenis lampu TL LED dan CFL yang dioperasikan 24 jam/hari. Hasil pengukuran penggunaan energi pada periode bulan Januari 2021 sampai dengan Juni 2021 diperoleh hasil terdapat 5 ruangan sudah memenuhi Standard SNI 6197-2011 serta ada 4 ruangan masih belum memenuhi standar Standard SNI 6197-2011. Pencahayaan di Stasiun Gas Muara Bekasi PT. Perusahaan Gas Negara Tbk diperoleh pencahayaan yang kuat di 8 ruangan, intensitas daya AC pada Stasiun Gas Muara Bekasi PT. Perusahaan Gas Negara Tbk dari 6 ruangan yang terpasang AC hanya 1 ruangan yang memenuhi baik secara temperatur maupun kelembaban. Intensitas Konsumsi Energi Listrik (IKE) pada Stasiun Gas Muara Bekasi PT. Perusahaan Gas Negara. Tbk sesuai dengan Standar Intensitas Daya Pencahayaan dan Kuat Pencahayaan berdasarkan Standar SNI 6197-2011. Hasil audit yang dilakukan menghasilkan reduksi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 3.024 Kg CO2/hari atau 786.24 Kg CO2/tahun lampu dari Sodium 250 Watt ke LED 150 Watt. Pergantian lampu Sonte 400 Watt dengan LED 280 Watt menghasilkan reduksi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 5.6448 Kg CO2/hari atau 1467.64 Kg CO2/tahun. Penggunaan AC dengan merubah temperatur AC dari temperatur 230C ke 240C yang menghasilkan reduksi Gas Rumah Kaca (GRK) 281.736 Kg CO2/hari atau 73251,36 Kg CO2. Kata Kunci: Efisiensi, Konsumsi Energi, Gas Rumah Kaca ABSTRACT Electrical energy savings must be made to overcome the energy crisis problem. Saving electrical energy can be done by making energy consumption efficient. Consumption efficiency aims to determine the energy use profile of a building and seek efforts to increase the efficiency of energy use without reducing the level of comfort. The aim of this research is to determine the energy load profile at the Muara Bekasi Gas Station PT Perusahaan Gas Negara Tbk, measure electrical energy consumption at the Muara Bekasi Gas Station PT Perusahaan Gas Negara Tbk and determine the amount of energy consumption efficiency cost savings that can be saved by reducing greenhouse gases and what activities are carried out to reduce greenhouse gases at PT Perusahaan Gas Negara Tbk. The research method used is descriptive, with data collection techniques using field studies, energy assessment methods, data collection implementation using initial energy audits and detailed energy audits. The results of the research show that efficient energy consumption is carried out in the entire Muara Bekasi gas station area, which includes controls that include:control room, IT Room, Battery Room andElectrical room Air-conditioned with LED and CFL TL lamps operated 24 hours/day. The results of measuring energy use in the period January 2021 to June 2021 showed that 5 rooms had met the SNI 6197-2011 Standard and 4 rooms had not yet met the SNI 6197-2011 Standard. Lighting at Muara Bekasi Gas Station PT. Perusahaan Gas Negara Tbk obtained strong lighting in 8 rooms, AC power intensity at the Muara Bekasi PT Gas Station. Perusahaan Gas Negara Tbk, of the 6 rooms that have AC installed, only 1 room meets both temperature and humidity. Electrical Energy Consumption Intensity (IKE) at Muara Bekasi Gas Station PT. National gas Company. Tbk in accordance with the Lighting Power Intensity and Lighting Strength Standards based on SNI 6197-2011 Standards. The results of the audit carried out resulted in a reduction in Green House Gases (GHG) of 3,024 Kg CO2/day or 786.24 Kg CO2/light year from Sodium 250 Watt the LED 150Watt. Changing lightsTONIGHT 400 Watt with 280 LEDsWatt resulting in a Green House Gas (GHG) reduction of 5,6448 Kg CO2/day or 1467.64 Kg CO2/year. Use AC by changing the AC temperature from temperature 230C ke 240C which results in a reduction in Green House Gases (GHG) of 281,736 Kg CO2/day or 73251,36 Kg CO2. Keywords: Efficiency, Energy Consumption, Greenhouse Gases
ABSTRAKPT ABC bergerak di bidang industri manufaktur memproduksi herbisida selektifsediaan cair. PT ABC memiliki dua bagian dalam departemen produksi yaitubagian formulasi dan repack. Permasalahan yang sering terjadi adalah prosesrepack herbisida kemasan 40 mL mengalami kehilangan herbisida dan pelaporanoutput WIP setiap akhir shift tidak direkam secara baik oleh operator. Sejak bulanJanuari sampai Juni 2023 terjadi kehilangan herbisida sebanyak 249 liter atau1,42% dimana ini melebihi batas maksimal kehilangan herbisida sebesar 1%.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi waste pada proses repackherbisida kemasan 40 mL beserta faktor penyebab terjadinya, serta usulanperbaikan dengan menggunakan pendekatan Lean Manufacturing. Penelitiandiawali dengan pengumpulan data, seperti alur proses, waktu prores, observasidan wawancara Brainstroming. Selanjutnya dilakukan pemetaan aliran ptosesmenggunakan Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping(PAM). Lalu dilakukan identifikasi waste dan faktor penyebabnya menggunakandiagram fishbone. Setelah diketahui waste dan penyebabnya, dibuatkan usulanperbaikan guna meminimasi waste. Jenis waste yang teridentifikasi adalahpenggunaan bahan baku berlebih dan proses tidak tepat (inappropriateprocessing) dengan faktor penyebab utama tercecernya herbisida saat prosestransfer ke hopper akibat penggunaan handpump dan kesalahan hitung saaatproses menghitung WIP yang dilakukan secara manual. Lalu diberikan usulanperbaikan mengganti drum dengan IBC yang diberikan dudukan serta adaptorkeran sesuai desain, pengadaan sensor hitung otomatis, pengadaan papan untukpenyusunan WIP, serta APD, pelatihan dan sosialisasi SOP untuk menunjangkinerja operator.Kata kunci: herbisida, repack, lean manufacturing, value stream mapping,process activity mapping, fishboneABSTRACTPT ABC is engaged in the manufacturing industry producing liquid selectiveherbicides. PT ABC has two sections in the production department, namely theformulation and repack sections. The problem that often occurs is that the processof repacking 40 mL herbicide packages experiences loss of herbicide and the WIPoutput reporting at the end of each shift is not recorded properly by the operator.From January to June 2023 there was a herbicide loss of 249 liters or 1.42%,which exceeds the maximum herbicide loss limit of 1%. This research aims toidentify waste in the 40 mL herbicide repack process along with the factorscausing it, as well as suggestions for improvements using the Lean Manufacturingapproach. The research began with data collection, such as process flow, processtime, observation and brainstorming interviews. Next, process flow mapping iscarried out using Value Stream Mapping (VSM) and Process Activity Mapping(PAM). Then identify waste and its causal factors using a fishbone diagram. Afterknowing the waste and its causes, proposals for improvement are made tominimize waste. The type of waste identified is the use of excess raw materials andinappropriate processing, with the main factors being the spillage of herbicideduring the transfer process to the hopper due to the use of a handpump andcalculation errors during the manual WIP calculation process. Thenrecommendations for improvements were given to replace the drum with an IBCwhich was provided with a stand and tap adapter according to the design,procurement of automatic counting sensors, procurement of boards for preparingWIP, as well as PPE, training and dissemination of SOPs to support operatorperformance.Keywords: herbicide, repack, lean manufacturing, value stream mapping, processactivity mapping, fishbone
ABSTRAK Taman Wisata Hutan Bambu Kota Bekasi merupakan tempat yang banyakdikunjungi oleh wisatawan, namun memiliki potensi bahaya disetiap kegiatannyabaik bagi pengelola maupun wisatawan serta belum menerapkan upayapengendalian atau prosedur keselamatan wisata. Tujuan penelitian ini yaitu untukmendapatkan risiko bahaya yang dapat menyebabkan kondisi tidak selamat,mendapatkan tingkat risiko, dan mendapatkan upaya pengendalian risiko. Teknikpengumpulan data dengan observasi dan kuesioner kepada 100 respondenpenelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu HIRADC (HazardIdentification, Risk Assessment, and Determining Control). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat 9 aktivitas wisata, yaitu perjalanan menuju lokasiwisata, menaiki panggung acara, bernyanyi di atas panggung, menaiki perahuwisata, spot foto, menggunakan fasilitas saung, menggunakan fasilitas toilet, danmenyediakan makanan dan minuman kepada wisatawa. Dari 9 aktivitas tersebut,ditemukan sebanyak 30 potensi bahaya dan risiko. Berdasarkan perhitunganseverity index dari tingkat kemungkinan dan tingkat dampak risiko, didapatkan 6risiko ekstrim (extreme risk), 3 risiko tinggi (high risk), 10 risiko sedang (mediumrisk), dan 11 risiko rendah (low risk). Usulan pengendalian risiko pada penelitianini yaitu dengan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP), melakukanhimbauan dan pengawasan kepada wisatawan, memasang rambu K3, rutinmelakukan pemeriksaan di area sumber bahaya, memakai Alat Pelindung Diri(APD), memberikan pelatihan kepada pengelola, melakukan perbaikan areasumber bahaya.Kata Kunci : Bahaya, Risiko, Keselamatan, Pariwisata, HIRADC ABSTRACT Taman Wisata Hutan Bambu Kota Bekasi is a place that is visited by manytourists, but has potential hazards in every activity for both managers and touristsand has not implemented tourist control measures or safety procedures The aim ofthis research is to obtain hazard risks that can cause unsafe conditions, obtainrisk levels, and obtain risk control efforts. Data collection techniques usingobservation and questionnaires to 100 research respondents. The method used inthis research is HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, andDetermining Control). The research results show that there are 9 touristactivities, namely traveling to tourist locations, climbing event stages, singing onstage, riding tourist boats, photo spots, using hut facilities, using toilet facilities,and providing food and drinks to tourists. Of these 9 activities, 30 potentialhazards and risks were found. Based on the severity index calculation of the levelof probability and level of risk impact, we obtained 6 extreme risks, 3 high risks,10 medium risks and 11 low risks. The proposed risk control in this research is tocreate Standard Operating Procedures (SOP), provide advice and supervision totourists, install K3 signs, routinely carry out inspections in areas where there aresources of hazard, use Personal Protective Equipment (PPE), give the training tomanagers, carry out repairs in areas where there are sources of hazard.Keywords: Hazard, Risk, Safety, Tourism, HIRADC
ABSTRAKKualitas produk dan jasa merupakan salah satu kunci sukses didalam persainganbisnis kuliner. Grave coffee merupakan salah satu cafe yang berketempatan diwilayah Tambun Selatan, cafe grave coffee menawarkan berbagai macam minumancoffee dan makanan ringan. menu di cafe grvae coffee bervariasi sehingga membuatpelanggan tidak cepat bosan dengan pilihan menu yang di sediakan. cafe gravecoffee juga menjual produk nya secara online dengan menggunakan aplikasi onlineshop dan sosial media. Adanya keinginan perusahan untuk mengetahui tingkatkepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan pada cafe grave coffee. Maka dariitu metode Quality Function Deployment digunakan sebagai implementasi solusi.Dari hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan 10 atribut pelayanan yang menjadiprioritas konsumen terhadap cafe grave coffe berdasarkan tingkat ekspektasi /harapan terbesar ke terkecil adalah Memiliki ruangan yang nyaman ( dimensitangible ), Perusahaan memberikan pelayanan tanpa melihat status maupunkedudukan konsumen ( dimensi empathy ) , Memiliki karyawan yang bersih danrapih (tangible ), Ketersediaan fasilitas penunjang (toilet, wastafel, mushola, livemusik, wifi, area parkir) (dimensi tangible ), Kemudahan dalam memesan ( dimensiassurance ), Karyawan mengutamakan kepentingan konsumen (dimensi empathy ),Kualitas rasa, makanan dan minuman yang konsisten ( dimensi realibility ),Karyawan menguasai informasi produk ( dimensi assurance ), Kemudahan dalampembayaran ( dimensi assurance ), Karyawan memberikan perhatian personalkepada pelanggan (ucapan selamat datang, terima kasih, dan maaf jika terjadisesuatu hal ( dimensi empathy ). Berdasarkan hasil dari kekurangan dan keunggulandiketahui semua atribut layanan pada cafe grave coffee lebih unggul dibandingkandengan cafe garis coffee.Kata kunci : peningkatan kualitas, Quality Function DeploymentABSTRACTProduct and service quality is one of the keys to success in the competitive culinarybusiness. Grave Coffee is a cafe located in the South Tambun area. Grave CoffeeCafe offers various kinds of coffee drinks and snacks. The menu at the Grvae coffeecafe is varied so that customers don't get bored quickly with the menu choicesprovided. Cafe Grave Coffee also sells its products online using online shoppingapplications and social media. The company wants to know the level of customersatisfaction with the quality of service at Grave Coffee Cafe. Therefore, the QualityFunction Deployment method is used to implement the solution. From the results ofthe research carried out, it was found that 10 service attributes are priorities forconsumers towards Cafe Grave Coffee based on the level ofexpectations/expectations from largest to smallest: Having a comfortable room(tangible dimension), the company providing services without looking at the statusor position of the consumer (empathy dimension), Having employees who are cleanand tidy (tangible), Availability of supporting facilities (toilets, sinks, prayer rooms,live music, wifi, parking area) (tangible dimension), Ease of ordering (assurancedimension), Employees prioritize consumer interests (empathy dimension),consistent quality of taste, food, and drinks (reliability dimension), Employeesmaster product information (assurance dimension), ease of payment (assurancedimension), Employees provide personal attention to customers (greeting welcome,thank you, and sorry if something happens) (empathy dimension). Based on theresults of the advantages and disadvantages, it is known that all service attributesat Grave Coffee cafes are superior to those at Line Coffee cafes.Keywords : quality improvement, quality function deployment.
ABSTRAK (vi + IV BAB + 63 HAL + 3 lampiran + 8 Pustaka (2013 – 2021)Film dokumenter “SAMAN SILURUS” merupakan sebuah film dokumenter.Berdurasi 14 menit, berkisah tentang seorang ayah yang bekerja sebagai peternaklele. Meski bermodal lahan kecil dan keterbatasan sumber daya, sang ayah tetapbertekad untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya untuk harapan masadepan yang lebih baik. Dengan kerja keras dan dedikasi, ia berhasilmengembangkan usaha ternak lelenya hingga mampu membiayai kuliah anaknya.Keberhasilan usaha ternak lele sang ayah tidak hanya membawa dampak positifbagi keluarganya, tetapi juga menginspirasi bahwa usahanya menunjukkan tekaddan kerja keras, segala sesuatu mungkin dicapai. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menjawab rumusan masalah dari bagaimana peran sutradara dalampembuatan film dokumenter. Pada dasarnya, film dokumenter merupakan filmyang merepresentasikan kenyataan. Artinya adalah bahwa film dokumenter inimenampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan. Hasil penelitianmenunjukan bahwa sutradara merupakan faktor penting yang mempengaruhikeberhasilan film pendek. Sutradara memiliki peranan penting dalam kesuksesansuatu program acara, karena seorang sutradara memiliki tanggung jawab untukmemimpin produksi dan menerjemahkan suatu naskah menjadi sebuah programaudio visual. Hasil dari pembuatan dokumenter “SAMAN SILURUS”menunjukkan bahwa peranan sutradara sangat penting dari perencanaan konsep dipra produksi, pelaksanaan shooting di produksi, hingga editing di pasca produksi.Seorang sutradara harus memiliki kemampuan yang memadai dan kepekaan yangtinggi terhadap situasi dan kondisi yang terjadi saat proses produksiKata kunci : Film Dokumenter, Peranan Sutaradara “Saman Silurus”
ABSTRAK xiii + 4 Bab + 32 Hal + 4 Tabel + 7 Gam + 4 Lamp + 16 Bibl (2005 – 2021) gangguan kesehatan mental sedang menjadi isu yang banyak sekali diperbincangkan, MenurutIndonesia-National Adolescent Mental Health Survey 2022, 15,5 juta (34,9 persen) remajamengalami masalah mental dan 2,45 juta (5,5 persen) remaja mengalami gangguan mental.Dari jumlah itu, baru 2,6 persen yang mengakses layanan konseling, baik emosi maupunperilaku.Dalam beberapa sudut pandang film dapat dilihat sebagai sarana untuk memberikanpengaruh pada khalayak umum, maka dengan itu penulis memilih film pendek sebagai saranaedukasi untuk memberikan penyuluhan dasar seputar gangguan kesehatan mental. Melalui filmpendek “RENJANA” kita akan diperlihatkan sudut pandang seorang bernama Dafi yangmengalami gangguan kesehatan mental yang disebabkan karena kehilangan seseorang yangsangat berarti dalam hidupnya yaitu ibunya sendiri, dan mengangkat realita lingkungan sosialdi sekeliling penderita kesehatan mental. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peranproduser menjadi sebuah kunci keberhasilan dalam suatu program, seperti sebagai manajerialmulai dengan menyusun perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, koordinasi danpelaksanaan kegiatan hingga diakhiri dengan evaluasi. Maka dengan demikian penulis secarasadar memilih peran produser pada Tugas Akhir ini, penulis yakin banyak sekali hal yang bisapenulis pelajari dalam pengambilan peran produser pada film pendek. Metode pengumpulandata yang digunakan pada film pendek “RENJANA” adalah metode penelitian observasi atausurvey yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala-gejalayang diselidiki, juga penulis terjun langsung ke lapangan dan terjun langsung sebagai produserdalam film pendek "RENJANA". Berdasarkan hasil dari penelitian ini penulis dapatmenyimpulkan bahwa produser memegang peranan yang sangat penting dalam prosespembuatan film pendek Renjana mulai dari proses pra – produksi, produksi, hingga pasca –produksi. Kata Kunci: Film Pendek, Poduser, Manajerial, Talent, Renjana
ABSTRAK (VI + 4 bab + 70 hal + 21 gambar + 1 tabel + 23 lamp + 13 daftar pustaka) Karya Ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan seorang penulis naskah yangmerupakan seseorang yang berperan penting dalam pembuatan sebuah Film. Penulisnaskah merupakan pekerja kreatif yang menulis cerita dan skenario dalam pembuatansebuah Film. Seorang penulis naskah akan menciptakan alur, konflik, dan karakteristiktokoh. Penulis naskah memiliki peran dalam memvisualisasikan setiap adegan untukmembuat alur cerita menjadi menarik agar penonton bisa menikmati alur cerita dengannyaman. Film Pendek “KEMBALI” merupakan Film Pendek bergenre drama romantisdan fantasi yang mengedukasi dan memberikan pemahaman tentang kasih sayangseorang istri yang ditinggalkan suaminya untuk selama-lamanya dan menjalani hidupdengan penuh harapan untuk bisa mengembalikan suaminya ke pelukannya lagi. Filmpendek “KEMBALI” juga mengangkat edukasi tentang pentingnya menjaga pola hidupsehat. Film Pendek “KEMBALI” akan ditayangkan melalui platfrom Youtube. Yangmenjadi permasalahan bagaimana peranan penulis naskah pada Film Pendek“KEMBALI” dari pra produksi, produksi, hingga pasca produksi agar proses FilmPendek dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan karya yang bagus serta dapatdi terima dengan baik oleh masyarakat yang menyaksikan. Untuk mengetahui FilmPendek “KEMBALI” ditinjau dari sudut Perfilman dan juga ditinjau dari sudutBroadcasting. Metode yang digunakan dalam produksi Film Pendek “KEMBALI”adalah metode penelitian pendekatan kualitatif dan metode analisis yang di gunakanadalah metode deskriptif. Hasil dari pembuatan Film Pendek “KEMBALI”menunjukan peranan penulis naskah sangat penting dari perencanaan konsep di praproduksi, pelaksanaan shooting di produksi, sehingga Film Pendek selesai di tahappasca produksi. Sehingga pemikiran tersebut dapat dituangkan ke dalam naskah dandibentuk menjadi skenario yang akan digunakan dalam pembuatan Film Pendek. Kata Kunci : Film Pendek, Penulis Naskah, KEMBALI